City Portal of Pekanbaru

Willy Doyan Makin Banyak Orang Nikah di Pekanbaru

riau-ice-cream.jpg
(istimewa)

APA hubungannya pernikahan dengan es krim?

Kalau pertanyaan itu disodorkan kepada Willy, pemilik usaha Riau Ice Cream, ia akan menjawabnya dengan panjang lebar. Kata Willy, tingginya angka pernikahan di Kota Pekanbaru, yang mencapai ratusan per bulan, merupakan potensi besar bagi bisnis es krim rumahan untuk meraup keuntungan.

"Saya sudah survei ke Kanwil Kementerian Agama Kota Pekanbaru, dan mendapat data bahwa rata-rata ada lebih dari 440 pasangan yang menikah di Pekanbaru setiap bulan. Ini jadi peluang pasar yang besar selama kita mau kreatif," Willy di Pekanbaru, Selasa (13/12).

Willy dengan bisnisnya, Riau Ice Cream, merupakan salah satu peserta Festival Industri Kreatif Riau 2016 akhir pekan ini, Sabtu (17/12), di pelataran parkir BI Perwakilan Riau Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Willy menuturkan, ia sudah cukup lama ‘jatuh-bangun’ merintis berbagai usaha, sebelum akhirnya memutuskan fokus ke es krim untuk melayani pesanan untuk pernikahan, ulang tahun dan akikah. Ia mengatakan keunggulan produknya adalah menjaga kualitas es krim. Riau Ice Cream memproduksi es krim dengan 13 varian rasa.

"Omzet usaha ini rata-rata mencapai Rp10 juta per bulannya. Itu baru satu persen dari jumlah pangsa pasar pernikahan di Pekanbaru," kata Willy, yang memproduksi es krim bersama sang istri di rumahnya.

Selain menjaga kualitas produk, ia mengatakan keunikan Riau Ice Cream adalah memberikan layanan desain tutup sesuai konsumen. Pemesan bisa mencantumkan gambar maupun foto di tutup kemasan yang unik. "Tutup es krimnya juga bisa jadi suvenir untuk pernikahan maupun acara ulang tahun," kata dia.

Dia menambahkan, peluang bisnis es krim rumahan untuk acara khusus tersebut masih terbuka lebar. Alasannya, jumlah pebisnis sejenis masih bisa dihitung dengan jari di Pekanbaru.

Di sisi lain, ada beberapa kendala seperti terbatasnya modal dan listrik di Pekanbaru yang kerap byar-pet.

"Kalau listrik terlalu sering padam, kerja kami jadi terganggu dan biaya produksi jadi makin mahal karena harus menggunakan genset," ujarnya.

Willy menambahkan, usahanya masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Baru belakangan ia mulai aktif promosi di media sosial.

"Seringnya pelanggan itu datang lagi karena mereka puas. Minggu ini saya dapat pesanan untuk akikah anak yang orangtuanya dulu menikah juga memesan Riau Ice Cream,” ucapnya. (ant)