City Portal of Pekanbaru


Asyik punya motor klasik, pajaknya cuma Rp 50 ribu

vespa-klasik.jpg
(ist)

SAAT ini tengah ramai-ramainya pembicaraan kenaikan tarif pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang mulai berlaku Jumat (6/1/2017) ini.

Hampir bersamaan dengan itu pemerintah juga menaikkan tarif dasar listrik untuk pelanggan rumah tangga mampu dengan daya 900 VA dan harga bahan bakar minyak (BbM) nonsubsidi.

Di tengah kegaduhan itu, terselip pertanyaan bagaimana dengan biaya pajak sepeda motor klasik? Ternyata, pajaknya murah.

Seorang pengguna Vespa Super tahun 1979, Salmi Hengki, mengaku membayar pajak senilai Rp50 ribu per tahun.

"Setahu saya, semakin tua motornya semakin murah pajaknya, misalnya Vespa Sprint tahun 1972 milik teman saya, pajaknya cuma 23 ribu," ujar pria Jakarta itu, Jumat, seperti dikutip dari antaranews.

Rendahnya biaya pajak kendaraan klasik juga dibenarkan Muhammad Irfan, yang biasa menggunakan Honda Supercub 800 tahun 1982 dengan biaya pajak Rp52 ribu.

Begitu juga dengan Roni Yonis, pengendara Vespa klasik tipe Excel. Setiap tahunnya ia membayar pajak pokok kendaraan Rp87 ribu dan biaya tambahan lain dengan total sekira Rp150 ribu.

Angka ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Honda Vario tahun 2011 senilai Rp230 ribu atau Yamaha Jupiter MX tahun 2006 sebesar Rp228,5 ribu.

Terkait tarif baru pengurusan surat-surat kendaraan bermotor yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang mulai berlaku hari ini, Roni mengaku hal tersebut tidak mengganggu pengguna motor klasik. (Baca juga: Segera urus surat kendaraan Anda, besok tarif baru berlaku!)

"Bagi (pengguna) motor klasik mungkin tidak berpengaruh signifikan karena pokok pajaknya yang memang lebih murah dibandingkan kendaraan baru," kata dosen di beberapa perguruan tinggi itu. (sfa)