City Portal of Pekanbaru


Ikan salai semakin dikenal dan diminati oleh warga Malaysia

Ikan-salai-kampar.jpg
(ist)

Ikan Salai merupakan makanan khas di Kabupaten Kampar. Salai bukan nama ikannya. Melainkan sebutan untuk ikan yang sudah diolah melalui proses pengasapan. Lewat cara itu, maka ikan menjadi awet dan gurih bila dimakan.

Di Kampar, spesies yang kebanyakan diolah menjadi salai adalah ikan patin. Pengolahan ikan salai terbesar bisa anda jumpai di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar. Disamping itu, usaha serupa juga dapat ditemukan di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar yang bertetangga dengan Koto Masjid.

Usaha ini terus mengalami perkembangan yang pesat. Seiring dengan berkembangnya kolam budidaya ikan patin di kampung ini. Hampir seluruh warga desa membentuk kolam di pekarangannya.

Bisnis ini sudah digeluti masyarakat tempatan secara turun-temurun. Pemasaran ikan salai pun sudah menembus pasar luar negeri. Seperti ke negeri jiran Malaysia. Awalnya, ikan salai hanya diminati oleh warga Kampar yang tinggal di negeri jiran itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, ikan salai semakin dikenal dan diminati oleh warga Malaysia. Sebenarnya, pembuatan ikan salai tidaklah rumit. Ikan segar yang baru dipanen dari kolam, lalu dibersihkan. Kunci agar ikan salai berkualitas baik, terletak pada tahap pengasapan setelah ikan dibersihkan lalu ditiriskan.

Pengasapan merupakan gabungan dari proses penggaraman dan pengeringan. Terlebih dahulu, ikan direndam ke dalam cairan garam. Kemudian, dicuci dan ditiriskan lagi sampai permukaan ikan tampak kering. Lalu ikan disusun di atas rak. Selanjutnya, rak yang terbuat dari bambu dimasukkan ke dalam rumah asap. Di lantai atau dasar rumah asap, api dibiarkan menyala. Namun api tidak bisa menyentuh ikan. Pembakaran pun harus menimbulkan asap.

Suhu dalam rumah asap harus dikontrol tidak lewat dari 700 derajat celcius. Ikan salai yang sudah matang jika sudah berwarna kuning kecoklatan mengkilap. Ikan pada rak dikeluarkan dari rumah asap. Lalu didinginkan. Setelah itu, Ikan Salai sudah siap dikonsumsi. Ikan salai lebih enak digulai dan digoreng.

Harga ikan salai relatif murah. Hanya Rp.60.000 per kilogramnya. Jika berminat, bisa langsung membelinya ke Koto Masjid atau tempat pengelolaan lain. Untuk mendapatkan olahan ikan salai yang asli tidak susah. Perjalanan darat dari Pekanbaru hanya menempuh waktu kurang dari 2 jam. Kondisi jalan aspal bagus sampai ke Koto Masjid. Perjalanan melewati Bangkinang ke arah Sumatera Barat. Dari Bangkinang tidak sampai 30 menit. Sebelum genangan Waduk PLTA Koto Panjang, dijumpai persimpangan menuju pusat pengelolaan Ikan Salai. Di persimpangan itu ada gapura bertuliskan Kampung Patin. (*)