City Portal of Pekanbaru


Musim liburan, wisatawan dari berbagai daerah serbu Istana Siak

istana-siak.jpg
(ist)

IKON pariwisata Siak, Istana Aseraiyah Hasyimiah atau Kesultanan Siak Sri Indrapura, ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah dalam dua hari terakhir, memanfaatkan libur Natal..

Junaidi, staf Istana Siak, mengatakan sejak Minggu kemarin sudah ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah baik dalam dan luar Riau, seperti Batam, Medan, Sumatera Barat, Kota Pekanbaru, Bengkalis, bahkan Malaysia.

"Karena libur sekolah dan cuti bersama Natal sejak Sabtu sampai Senin," kata Junaidi di Istana Siak, Senin (26/12).

Dia menyatakan, pengunjung yang datang meningkat dari hari biasa. Pada hari Minggu, jumlah wisatawan yang masuk ke Istana Siak hampir mencapai dua ribu orang.

"Sedangkan hari ini ada sekitar seribu pengunjung yang masuk. Diperkirakan sekarang ini hingga akhir tahun akan ramai pengunjung, maka pelayanan kami perpanjang hingga pukul 17.00 WIB dari biasanya hanya sampai pukul 16.00 WIB," ujarnya lagi.

Lisa, pengunjung asal Batam, Kepulauan Riau, mengaku datang dengan rombongan besar keluarganya. Dia dan keluarganya sengaja memanfaatkan liburan sekolah untuk melihat-lihat Istana Siak.

"Kata orang-orang Istana Siak punya banyak nilai sejarah, makanya kami sekeluarga ingin melihatnya langsung ke sini," ujarnya di sela menyaksikan benda bersejarah yang ada di dalam Istana Siak itu.

Dalam istana yang sudah berdiri sejak tahun 1889 ini, warga dapat menikmati dan melihat langsung berbagai bukti sejarah yang terpajang di setiap sudut istana, baik foto-foto keluarga Sultan Siak maupun perlengkapan kerajaan.

Di dalam Kerajaan Kesultanan Siak ini masih banyak peninggalan yang terawat dengan baik, seperti meriam yang berada di setiap sudut istana, termasuk kapal raja yang kerap digunakan untuk berlayar.

Begitupula kursi raja Siak yang terbuat dari emas, dan para wanita juga bisa berkaca di kaca permaisuri, yang menurut legenda bisa membuat wajah orang yang berkaca awet muda.

Tak kalah menarik, sebuah alat musik sejenis gramofon yang disebut komet juga masih terawat dengan baik. (ant/sfa)