City Portal of Pekanbaru


Selain airnya yang jenih, ternyata bisa bermain windsurfing saat laut pasang

Pantai-pulau-rupat.jpg
(ist)

PULAU Rupat memiliki daya tarik khas karena belum banyak dikenal umum. Di antaranya pantainya nan elok dengan hamparan pasir putih sepanjang mata memandang.

Pantai pasir putih di Rupat Utara terbentang sepanjang 13 km dari Desa Teluk Rhu di sebelah utara sampai Desa Tanjung Punak. Pantai landainya berhadap langsung dengan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sama pentingnya dengan Terusan Suez dan Terusan Panama.

Dari pantai ini kita dapat menyaksikan perbukitan Malaysia karena jaraknya hanya selemparan batu. Pantai ini juga memiliki kekhasan lainnya seperti air laut yang masih terlihat jernih dan ombaknya tidak terlalu besar. Di sini pengunjung bisa berjemur, berenang, dan bersantai bersama keluarga sepuasnya.

Sekitar pukul 12.00 biasanya air sedang surut sehingga terlihat hamparan pasir putih yang landai dengan lebar mencapai sekitar 50 meter. Pasirnya putih dan padat sehingga bisa dilalui sepeda motor. Kemudian sekitar pukul 15.00 air laut mulai naik (pasang), anak-anak pun mulai bermain di pinggiran pantai. Di tengah pantai jika cuaca baik kita bisa bermain windsurfing, yakni olahraga air dengan menggunakan selancar dan dilengkapi layar yang sangat mengandalkan angin.

Di Thailand, windsurfing telah menjadi salah satu olahraga air paling populer dalam dua dekade terakhir dan dimainkan di seluruh pantai Thailand. Windsurfing tidak hanya menggairahkan dan menjadi cara terbaik untuk memulihkan kebugaran, tetapi juga menjadi olahraga yang tenang, non polusi dan ramah lingkungan.

Ini adalah olahraga yang memadukan keterampilan, koordinasi dan juga kekuatan. Pemerintah daerah setempat pernah mendatangkan instruktur windsurfing langsung dari Surabaya.

Selain itu, untuk mengenalkan Pulau Rupat ke masyarakat internasional, Pemkab Bengkalis menggelar event internasional Rupat Beach Festival. Pada event tersebut dilombakan olahraga air windsurfing dan cano. Rangkaian acarapada event ini juga menampilkan budaya setempat, seperti tradisi zapin api yang hampir punah.

Akses menuju rupat dapat diakses dengan dua cara:

  1. Naik Kapal Roro dari Pelabuhan TPI Kota Dumai selama 30 menit menuju ke Rupat Selatan, kemudian melanjutkan dengan jalan darat.
  2. Naik speedboat dari Pelabuhan Rakyat di Jembatan Budi Kemulyaan, Kota Dumai, langsung ke Tanjung Medang (Rupat Utara) dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Dari Pelabuhan Tanjung Medang menuju Desa Teluk Rhu naik ojek sekitar 30 menit.

Sebaiknya langsung menggunakan speedboat dari Pelabuhan Rakyat di Jembatan Budi Kemulyaan, akan lebih praktis, cepat. Speedboat tujuan Tanjung Medang berangkat setiap pukul 09.00 dan pukul 15.00. (*)