City Portal of Pekanbaru


Air terjun Batu Dinding asyik, tapi sampahnya ya ampun...

air-terjun.jpg
(ist)

RAMAI wisatawan lokal mendatangi Air Terjun Batu Dinding, Kampar, saat libur di penghujung akhir tahun. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Pekanbaru, untuk menikmati keindahan wisata alam tersebut.

Sayangnya, keindahan kelestarian lingkungan objek wisata tersebut dinodai oleh banyaknya sampah berserakan.

"Sudah jauh-jauh kita datang ke sini, tapi begitu sampai di lokasi banyak sampah berserak. Perjalanan jadi sia-sia," kata seorang wisatawan dari Pekanbaru, Taufan Razak (45), ketika ditemui di Air Terjun Batu Dinding, Sabtu (31/12).

Air Terjun Batu Dinding berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Pekanbaru. Para pelancong bisa menggunakan kendaraan hingga Desa Gema. Lalu bisa memilih untuk berjalan kaki sekitar lima kilometer atau bisa menggunakan perahu untuk lebih cepat sampai.

Objek wisata itu kini dikelola secara swadaya oleh pemuda setempat. Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk Rp5.000 dan untuk parkir mobil Rp5.000.

Rute untuk pejalan kaki terlihat cukup memadai, karena petunjuk jalan sangat memudahkan, dan trek menuju lokasi sudah dilengkapi tangga dari beton. Serta ada pagar kayu di tiap turunan yang curam.

Pengunjung cukup ramai pada akhir pekan dan hari libur. Mereka mayoritas wisatawan lokal yang datang ke tempat itu untuk berenang di air terjun maupun piknik bersama keluarga sambil membawa bekal makanan.

Namun, makin banyaknya wisatawan tidak dibarengi dengan penyediaan infrastruktur pendukung kebersihan. Seperti tong sampah yang sangat kurang tersedia di sana. Hanya ada sekitar 5-6 tong sampah dari bahan drum seng yang kini sudah rusak.

Akibatnya, di sepanjang jalan terlihat sampah dan jumlahnya makin banyak di lokasi air terjun utama. Sampah plastik terlihat paling banyak berserakan seperti bekas makanan dan minuman, hingga puntung rokok.

"Belum ada kesadaran sendiri dari para pengunjung, seharusnya sampah ya dibawa turun lagi sambil pulang," kata seorang wisatawan, Budi (24), yang sengaja membawa kantong plastik untuk sampahnya sendiri.

Seorang wisatawan lainnya, Erfan (29), mengatakan perlu ada pengawasan yang lebih ketat di lokasi wisata itu sehingga pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.

"Papan himbauan tidak cukup, perlu ada pengawasan langsung di lokasi air terjun karena masih banyak yang tidak peduli untuk menjaga kelestarian wisata alam ini," ucapnya. (ant/sfa)