City Portal of Pekanbaru


Benarkah tidur pakai bra berisiko kanker payudara?

tidur-pakai-bra-boleh-atau-tidak.jpg
(ist)

Gagasan bahwa memakai bra selama lebih dari delapan sampai 12 jam dalam satu hari akan melemahkan jaringan payudara sehingga payudara akan lebih cepat melorot adalah tidak benar. Pengenduran atau perubahan bentuk payudara diakibatkan oleh sejumlah faktor, seperti kehamilan, menyusui, penurunan berat badan, hukum gravitasi, atau tanda-tanda penuaan (berkurangnya produksi kolagen).

Deborah Axelrod, M.D, dokter bedah payudara dan rekanan profesor dari NYU Langone Medical Center, mengatakan bahwa bra berkawat atau memakai bra saat tidur tidak akan meningkatkan risiko terhadap kanker payudara.

Rumor ini dimulai sekitar tahun 90-an di mana seorang penulis buku mengklaim bahwa memakai bra ketat setiap hari (terutama bra berkawat) menimbulkan risiko yang lebih tinggi terhadap kanker payudara. Ia mengklaim bahwa dengan membatasi kerja sistem limfatik (yang mengeliminasi racun dari dalam tubuh), bra bisa memerangkap racun untuk tetap tinggal dalam jaringan payudara dan menyebabkan kanker. Namun, sampai saai ini, belum ada penelitian atau bukti medis yang bisa mendukung klaim tersebut.

Jadi, tidur pakai bra boleh atau tidak?

Menurut Dr. Amber Guth, direktur Breast Cancer Surgery Multidisciplinary Fellowship di NYU Langone Medical Center, tidak ada kepastian medis baik dalam segi manfaat atau risiko kesehatan dari tidur memakai bra.

Guth mengatakan bahwa, jika tetap ingin pakai bra saat tidur, pilih bra yang tidak terlalu ketat hingga membatasi atau menghentikan sirkulasi darah. Ada beberapa hal yang perlu diingat. Pertama, hindari model bra yang keras dan kaku. Kawat bra dapat menekan dada saat berbaring telungkup dan menggesek kulit, menyebabkan iritasi atau mungkin kista. Pilih jenis bra berbahan halus dan lembut, seperti bra olahraga, tapi jangan pula yang terlalu melar atau longgar. Bra tidur yang baik tidak hanya memberikan sokongan, namun juga tidak sampai menyesakkan.

Namun begitu, jika rutinitas pakai bra ternyata berkontribusi terhadap penyumbatan limpatik, maka harus lebih jeli dalam mencermati tanda dan gejala lainnya, seperti edema (akumulasi cairan di payudara), perubahan payudara non-kanker, baik bentuk atau ukuran pada kelenjar getah bening aksila. Kelenjar ini berada di daerah ketiak dan berfungsi sebagai perlindungan pertama tubuh terhadap segala jenis infeksi, material asing, dan sel kanker.

Pakar dan peneliti saat ini masih berusaha menyelidiki segala kemungkinan yang berkaitan dengan payudara hingga detail molekular, faktor-faktor lain apakah yang bisa memprediksi atau secara permisif mengembangkan kanker payudara, namun sangat diragukan bahwa faktor eksternal seperti bra memiliki pengaruh yang signifikan.

Tidur pakai bra bisa memberikan kenyamanan, tapi bukan menjadi jaminan agar payudara bisa tetap kencang. Wanita yang memiliki payudara besar cenderung untuk tidur menggunakan bra, begitu pula dengan ibu hamil, karena payudara mereka dapat membesar hingga dua kali lipat dari ukuran mereka pada normalnya dan jauh lebih berat.

Sejauh ini, tidak ada masalah apakah memilih untuk tidur pakai bra atau tidak. Ini hanya sebatas aspek keamanan dan kenyamanan personal untuk membantu supaya bisa tidur lebih baik.