City Portal of Pekanbaru

Orang gemuk rentan mengalami impotensi, benarkah?

Obesitas.jpg

Selain tidak enak dipandang, tubuh yang kegemukan juga tidak nikmat dalam melakukan aktivitas seksual. Pada tahun 2008 the Journal Sexual and Medicine menyatakan bahwa obesitas berdampak pada kesehatan seksual.

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang mengalami disfungsi ereksi, faktor yang paling umum adalah hipertensi dan diabetes. Namun, ada satu penyebab lagi yang paling umum, yaitu obesitas.

Mengapa obesitas menyebabkan disfungsi ereksi?

Pada gairah seksual laki-laki terdapat sistem saraf yang kompleks dengan melibatkan jaringan otak, hormon, emosi, saraf, otot dan pembuluh darah.

Disfungsi ereksi disebabkan adanya masalah ketidakseimbaangan pada sistem jaringan tubuh tersebut. Stres dan kesehatan mental juga dapat menyebabkan atau membuat disfungsi ereksi semakin.

Baca Juga : Penasaran Dengan Yang Dikatakan Sains Tentang Jatuh Cinta? Yuk Intip

Selain itu, alasan obesitas menyebabkan disfungsi ereksi adalah karena produksi hormon testosteron dalam tubuh seseorang yang gemuk akan menurun.

Perlu diingat, testosteron merupakan hormon seks utama dalam tubuh pria dan memegang peranan penting dalam fungsi libido serta seksual.

Kenapa bisa menyebabkan impotensi?

Kadang-kadang kombinasi masalah fisik dan psikologis juga menyebabkan disfungsi ereksi. Misalnya, kondisi fisik ringan yang memperlambat respon seksual Anda mungkin menyebabkan kecemasan tentang mempertahankan ereksi, seperti contoh berikut:

1. Gangguan peredaran darah pada penis
Untuk bisa ereksi, membutuhkan aliran darah pada Mr P. Obesitas menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah di bagian perut bawah dan Mr P, karena timbunan lemak yang padat.

Dengan begitu, akan terjadi gangguan sistem vaskular pada Mr P akan menyebabkan pembuluh darah tidak berjalan dengan baik, dan menyebabkan aliran darah tidak dapat naik menuju Mr P.

2. Kegemukan menimbulkan plak pada pembuluh darah Mr P
Kegemukan dapat menyebabkan terjadinya proses penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri berukuran sedang dan besar, yang berlangsung secara progresif sebagai akibat dari timbunan lemak (plak) pada lapisan dalam pembuluh darah.

Ini dapat membatasi atau menghambat aliran darah. Kondisi ini biasa terjadi pada pria yang memiliki lemak berlebih. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penebalan plak pada pembuluh darah, sehingga kemungkinan akan terjadi disfungsi ereksi pada Mr P.

3. Menyebabkan hipogonadisme
Dalam istilah medis dikenal sebagai hipogonadisme hormon testosteron rendah atau andropause, biasa terjadi pada pria yang berusia di atas 45 tahun dengan berat badan di atas normal. Hipogonadisme akan meningkat seiring bertambahnya berat badan pria.

Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis pria tidak dapat mengeluarkan hormon testosteron dengan baik, bahkan terkadang sudah tidak bisa lagi memproduksinya.

Penelitian menunjukkan bahwa masa produksi testosteron rendah terjadi pada pria berusia lebih dari 60 tahun adalah 20%, pria berusia di atas 70 tahun 30%, dan pria di atas 80 tahun 50%.

Obesitas juga berkaitan dengan adanya dampak hipertensi serta penyakit jantung yang memang jelas mengancam kegagahan Anda dalam melakukan aktivitas seksual.