City Portal of Pekanbaru

Mau Tambah Penghasilan? Ayo Beternak Lele

pecel-lele.jpg
(istimewa)

Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru mengklaim Kota Bertuah memiliki potensi unggulan penghasil ikan lele. Alasannya? Karena banyak gerai makanan pecel lele.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru Elsyabrina menyebut kini di ibu kota provinsi terdapat sebanyak 250 gerai makanan pecel lele.

Menurut Elsyabrina, dengan berkembangnya industri kuliner di Pekanbaru, khususnya gerai makanan menu pecel lele, hal itu peluang yang potensial bagi pengembangan ternak ikan berkumis tersebut di kalangan peternak maupun masyarakat.

Lele potensial unggulan di Pekanbaru karena beberapa alasan, seperti mudah dipelihara dan masyarakat sini suka mengonsumsi ikan tersebut.

Apalagi, ikan lele bukanlah jenis yang sulit untuk dipelihara, baik dengan lahan luas maupun sempit. Hanya tinggal kemauan saja lagi, kata Elsyabrina.

Untuk memenuhi permintaan bahan baku, gerai pecel lele masih mampu memasok lewat peternak lokal. Tiap harinya 250 gerai pecel lele ini membutuhkan 2,5 ton ikan lele atau 900 ton per tahun.

Untuk itu, Dinas Pertanian dan Peternakan melalui anggaran yang ada setiap tahun melakukan pelatihan bagi peternak pemula. Tujuannya, mendorong mereka lebih berminat untuk mengembangkan ikan lele sebagai usaha sampingan yang membantu perekonomian keluarga.

Sebenarnya, pembenihan ikan lele sudah banyak di Pekanbaru, demikian juga dengan luas lahan untuk kolam pembesaran cukup potensial, bahkan berlimpah.

Tinggal lagi bagaimana menggugah para peternak bahkan masyarakat yang memiliki hobi ikan untuk mau mengembangkan pembesaran ikan lele sebagai usaha sampingan yang menguntungkan.

Warga Pekanbaru memiliki kebiasaan berburu kuliner saat malam hari, maka tidak jarang gerai makanan sejenis pecel lele diminati.

Selain tetap buka hingga subuh, menu yang disajikan seperti goreng ayam dan lele dibarengi sambal pecel yang rasanya khas manis pedes ditambah lalapan, cocok jadi kudapan di tengah dinginnya malam di daerah itu.

Tampak gerai pecel lele yang rata-rata dikelola para pendatang yang hijrah dari Pulau Jawa itu, membuka gerainya pada tiap sudut jalan protokol Pekanbaru.

Mereka khusus berdagang pada malam hari. Harga yang terjangkau hanya sekitar Rp15.000 per porsi tidak membuat "kantong bolong", apalagi seleranya bisa masuk untuk semua kelas ekonomi. (ant)