City Portal of Pekanbaru


Baru 1,8 Persen Pria Mau Berkondom

Keluarga-Berencana.jpg
(istimewa)

Partisipasi pria berkondom secara nasional baru 1,8, persen, padahal kondom berperan ganda mengatur kehamilan dan mencegah penularan HIV/AIDS.

Direktur Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dra. Hitima Wardhani MPH, mengatakan, rendahnya pencapaian penggunaan kondom tersebut lebih akibat pria merasa tidak nyaman karena faktor sugesti saja. Sehingga promosi penggunaan kondom tersebut harus lebih digencarkan.

Hitima yang berbicara dalam dalam sosialisasi IMS, HIV/Aids serta kondom berikan perlindungan ganda bagi 50 mitra kerja BKKBN di Riau tahun 2016 di Pekanbaru, Selasa (29/11), mengatakan promosi kondom harus terus digencarkan melalui jalur program KB yang pada intinya adalah untuk mengatur kehamilan.

Selain itu, penggunaan kondom ada manfaat tambahan. Yakni secara medis penggunaan kondom dapat mencegah penularan HIV dan AIDS.

Kasus HIV/Aids yang dilaporkan periode April-Juni 2016 dari sepuluh provinsi yang melaporkan, peringkat tertinggi adalah Jatim 1.523, kedua DKI Jakarta 1.391, Jabar 1281, Jateng 1143, Papua 955, Sumut 654, berikutnya Bali 625, Banten 384, Kaltim 325 dan Riau 313.

Untuk jumlah penderita JHIV/Aids yang dilaporkan menurut jenis pekerjaan, terbanyak wirasaswata 600 kasus, karyawan non profesional 474 kasus, ibu rumah tangga 483 kasus, buruh kasar 218 kasus dan sisanya petani, peternak, nelayan, PNS , penjaja seks , supir, anak sekolah/mahasiswa, tenaga profesional medis, tenaga profesional non meidis, napi dan pelaut.

Untuk menekan kasus yang sangat memprihatinkan itu, Direktorat Kesehatan Reproduksi (Kespro) antara lain perlu terus menggiatkan promosi dan konseling kespro serta hak-hak kesehatan reproduksi. Meningkatkan sistem pendistribusian materi promosi dan konseling kespro yang efektif dan efisien. Serta mengoptimalkan jejaring kerja sama dengan stakeholder dan mitra kerja dalam promosi dan konseling kespro.

Selain itu promosi penggunaan kondom juga harus digencarkan pada pasangan usia subur (PUS) agar seluruh keluarga dapat mengatur jarak kehamilan dan terhindar dari IMS, HIV dan AIDS, menuju terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Sementara itu upaya untuk meningkatkan kesertaan KB Pria adalah pengadaan kondom harus selalu tersedia cukup dan didistribusikan ke daerah kondom sebagai alat KB tidak bisa diberikan kepada remaja yang belum menikah.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Yenrizal Makmur mengatakan periode Januari-Oktober 2016, penggunaan kondom di Riau mencapai 12.000 atau sudah teralisasi sebesar 109 persen dari target ditetapkan sebanyak 11.000 pada periode yang sama.

Pencapaian ini, kata dia, lebih karena gencarnya kader KB mengajak PUS untuk menggunakan kondom disamping Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Penggunaan kondom oleh pria tidak rumit dan bisa dilakukan saat masa-masa subur sang istri.

"Dengan tingginya minat pria menggunakan kondom maka kualitas sumber daya manusia di daerah ini akan tercapai," katanya.

Dia menambahkan, sesuai imbauan Gubernur Riau Arsyad Juliandirachman bahwa ekonomi membaik bisa tercapai maka pengendalian penduduk harus dilakukan antara lain dengan mengikuti program KB. (ant)