City Portal of Pekanbaru

Pelanggar Terbanyak Tak Pakai Helm

Operasi-Zebra.jpg
(istimewa)

Sebanyak 9.304 pelanggaran lalu lintas terjadi di Riau selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Siak 2016. Turun 19 persen dari tahun sebelumnya.

“Jika pada tahun lalu tercatat sebanyak 11.553 pelanggar lalu lintas, maka tahun ini kami menindak 9.304 pelanggar lalu lintas atau turun 2.249 perkara," kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Guritno Wibowo, di Pekanbaru, Selasa (29/11) lalu.

Dia memaparkan, mayoritas pelanggar lalu lintas masih didominasi oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua sebanyak 4.736 perkara, dengan jenis pelanggaran terbanyak tidak menggunakan helm.

Guritno menuturkan bahwa pelanggaran tersebut mengindikasikan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.

"Dalam Ops Zebra 2016 ini, kami memang fokus pada pelanggaran yang berpotensi laka lantas. Salah satunya jika memang tidak mengenakan helm atau melengkapi spion maka kami tindak," kata dia.

Sementara itu untuk angka korban kecelakaan selama Operasi Zebra 2016 juga tercatat menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Korban meninggal dunia sebanyak 16 orang. Turun 20 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Yang sangat disayangkan korban kecelakaan lalu lintas umumnya dari usia produktif. "Ini bukti jika masyarakat usia produktif mengendarai kendaraan tidak mengedepankan aspek kehati-hatian dan mematuhi aturan lalu lintas," ujarnya.

Menariknya, selain menindak pelanggar lalu lintas, selama Operasi Zebra 2016 berhasil pula mengungkap sejumlah tindak kejahatan seperti penangkapan lima tersangka kepemilikan senjata api di Indragiri Hulu. Kemudian terjaring pula narkotika jenis ganja 29 kilogram.

Operasi Zebra 2016 berlangsung sejak 16 November hingga 29 November. Meski menurun dalam jumlah penindakan, Guritno mengatakan operasi penertiban berlalu lintas akan terus dilakukan secara berkesinambungan. (ant)