City Portal of Pekanbaru

Ahmad Dhani Sebut Penangkapan Dirinya Seperti PKI

Ahmad-Dhani.jpg
(istimewa)

Musisi Ahmad Dhani bercerita soal penangkapan dirinya yang disebutnya seru. Berikutnya ia menjalani pemeriksaan belasan jam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jawa Barat.

Meski begitu ia tetap terlihat santai, menebar senyum, saat keluar dari Mako Brimob pada Sabtu (3/12) dini hari WIB, sekitar pukul 01.50. Kata dia, penangkapannya seperti PKI.

"Kronologi penangkapannya seru kaya PKI-lah," ucapnya dengan santai.

Dhani ditangkap polisi dari Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Jumat (2/12) pagi, ketika lebih dari sejuta orang umat Islam dari berbagai daerah tengah bersiap melakukan unjuk rasa bertajuk "Aksi Super Damai Bela Islam Jilid III" di kawasan Monas untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

Polisi juga bergerak ke beberapa tempat untuk menangkap sembilan orang lainnya, termasuk Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein (pensiunan jenderal), Adityawarman Thahar (pensiunan jenderal), Ratna Sarumpaet (aktivis), dan Sri Bintang Pamungkas (aktivis).

Dhani menyebutkan, dirinya dimintai keterangan oleh penyidik terkait pertemuan pada 1 Desember 2016 lalu.

"Tadi ditanyakan masalah konferensi pers tanggal 1, di rumah Rachmawati tanggal 30, dijawab apa adanya," kata Dhani di depan pintu masuk Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu dini hari.

Menurut Dhani, tidak ada pertanyaan penyidik terkait upaya makar yang dituduhkan kepadanya. Penyidik hanya mendalami pertemuan di kediaman Rachmawati Soekarnoputri.

"Cuma meeting di rumah Mbak Rachma, siapa yang mendanai jumpa pers, apa yang disiarkan waktu itu. Saya jawab waktu itu demo di Gedung DPR berkaitan dengan memenjarakan Ahok dan kembali ke UUD 45 dari GNSKRI," kata dia.

Dhani dijerat dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP.

Dua orang lagi, yakni Rizal dan Jamran dijerat Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu, tujuh orang lainnya, diduga melakukan upaya makar atau penggulingan pemerintah yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Dhani optimistis tidak ada pemeriksaan lanjutan. Dia merasa penetapan status tersangkanya terkesan dipaksakan.

"Saya yakin enggak ada ya, karena penetapan tersangka agak dipaksakan, karena di dalam pasal 107 itu menggulingkan kekuasaan atau makar harus dilakukan dengan cara tidak sah atau inkonstitusional," beber dia.

Yang pasti, Dhani merasa polisi menghalangi niatnya untuk ikut Aksi Bela Islam Jilid III. "Saya rasa sih itu," jawabnya.