City Portal of Pekanbaru


Bisnis Kargo Udara Masih Belum Bergairah

Bisnis-Kargo-Udara.jpg
(istimewa)

Bisnis kargo dengan memanfaatkan jasa transportasi udara masih lesu di Kota Pekanbaru. Padahal, gangguan seperti kebakaran hutan dan lahan minim tahun ini.

"Kalau sekarang masih bertahan, seperti semester pertama tahun ini rata-rata di angka 36 sampai 37 ton per hari," kata Junior Manager Pelayanan Gudang Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Mikoyan Rumengan di Pekanbaru, Jumat (2/12).

Dalam lima tahun terakhir atau sejak tahun 2015, puncak produksi kargo di bandara tersebut terjadi di 2013 dengan rata-rata sekitar 41 ton per hari.

Lalu mengalami grafik penurunan seperti di 2014 menjadi 39 ton per hari, dan tahun lalu mengalami penurunan dratis gara-gara kebakaran lahan dan hutan di Sumatera.

"Sekitar tiga bulan hadirnya kabut asap di bandara setempat, akibatnya bisnis kargo kita ambruk. Kargo kita pun berada di angka 35 ton per hari," ucapnya.

Untuk diketahui, pesawat udara bisa menunggu sampai keadaan cuaca memungkinkan untuk melakukan penerbangan demi keselamatan penerbangan sipil. Akan tetapi tidak dengan perusahaan ekspedisi mengunakan jasa kargo suatu maskapai penerbangan sipil dalam mengirim barang.

"Layanan standar bisnis kurir barang ini, maksimal tiga hari. Kalau penerbangan tertunda, maka bisa lebih waktunya," terangnya.

"Mudah-mudahan sampai akhir tahun ini, kargi bisa meningkat lagi lebih 37 ton per hari. Sebab tahun ini kebakaran lahan dan hutan minim, tidak ganggu penerbangan," beber Mikoyan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Jaya Tahoma Sirait mengaku, terminal kargo yang baru sanggup menampung 58 ton barang per hari.

Ia jelaskan, terminal tersebut masih dalam tahap proses penggerjaan terutama terutama akses jalan masuk dan ke luar.

"Kalau gedung bangunan, sekarang sudah selesai. Tetapi belum kita fungsikan karena masih ada pengerjaan yakni akses jalan yang perlu diperbaiki," ucapnya.

Yana Mulyana, Koordinator Wilayah Sumatera Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia, pernah mengatakan kapasitas terminal kargo bandara di Pekanbaru sudah tidak memadai lagi.

Sebagai pelaku usaha pengiriman ekspres di Riau, ia mengalami kesulitan, karena paket barang yang dikirim terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Yana dan para pelaku usaha sejenis berharap pengelola bandara, dapat segera melakukan penambahan daya tampung terminal kargo. Sementara mereka tahu proses pembangunan gedung kargo lagi terhenti.

Sumber: Antara