City Portal of Pekanbaru


Kesaksian Nelayan, Mesin Pesawat Polri Mati di Udara

Pencarian-Pesawat.jpg
(Antara)

PESAWAT Polri Cassa M-28 Sky Truck yang mengalami kecelakaan di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, sempat melayang dengan mesin sesekali tidak terdengar suaranya, sebelum kemudian menukik ke air dan meledak.

Pemandangan menegangkan itu disaksikan sejumlah nelayan tradisional Senayang yang sedang beraktivitas di laut, Sabtu (3/12). Nurizan, salah satunya, menyebut peristiwa meledaknya pasawat Polri itu belangsung cepat. Hanya beberapa detik setelah pesawat menukik ke air di perairan Senayang.

"Hanya hitungan detik, meledak. Pesawat itu meledak di laut," ujarnya, Minggu (4/12.

Nurizan mengatakan mereka melihat pesawat itu di udara. Beberapa kali mesin pesawat itu tidak terdengar, meski jaraknya dekat dengannya.

"Kemudian jatuh sekitar 1 mil dari tempat saya mencari ketam (kepiting)," ujarnya.

Radian, seorang nelayan lainnya juga melihat kejadian itu.

"Bapak (Radian) sekarang masih membantu petugas mencari korban," kata salah seorang anggota keluarga Radian saat dihubungi.

Para nelayan yang menyaksikan kejadian itu sempat menuju ke lokasi dan berupaya membantu para korban. Namun yang berhasil diselamatkan hanya sejumlah barang milik para korban.

Sementara tubuh korban diduga sudah hancur sehingga mereka tidak berani mengevakuasinya.

Mereka kemudian menyerahkan barang-barang milik korban ke Polsek Senayang.

Pesawat Cassa M-28 Sky Truck terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang dengan 16 personil polisi di dalamnya. Di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, tiga orang turun. Sementara yang lain melanjutkan penerbangan menuju Batam, Kepri, yang terdiri lima kru dan delapan penumpang.

Pesawat tersebut hilang kontak saat terbang di atas wilayah Kabupaten Lingga dan kemudian diketahui jatuh di perairan utara Kabupaten Lingga pada Sabtu siang. "Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah ada korban selamat. Selain korban meninggal, ada tas dan identitas korban yang sudah ditemukan," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian. (ant)