City Portal of Pekanbaru

Tambah Hukuman Jamal, Artidjo Bikin Koruptor Makin Ngeri

artidjo-alkostar.jpg
(istimewa)

HAKIM aggung Artidjo Alkostar kembali menjadi momok bagi para koruptor. Ia memperberat hukuman mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, dari 8 tahun penjara menjadi 12 tahun penjara.

Selain itu, Artdijo dkk juga mewajibkan Jamal mengembalikan uang negara yang dikorupsi sebesar Rp 31,3 miliar.

Kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Bengkalis terjadi pada 2012. Saat itu Jamal itu duduk sebagai Ketua DPRD Bengkalis. Ia bahkan tercatat sebagai pimpinan parlemen termuda dalam sejarah negeri, di saat usianya di bawah 30 tahun.

Sayangnya, Jamal tidak amanah dalam mengemban tugas. Ia diduga terlibat dalam banyak proposal fiktif dana bantuan sosial (bansos) sedemikian rupa sepanjang 2012. Semua proposal tersebut harus melaluinya dan ia meminta jatah 50 persen.

Sepanjang 2012, dana yang terkucur mencapai Rp 83 miilar. Tetapi yang sampai ke pihak yang berhak hanya Rp 51 miliar. Sebagian uang rakyat itu justru masuk ke kantong pribadi Jamal. Selain Jamal, kasus ini menyeret sejumlah anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014.

Mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, juga kena getahnya. Ia ikut jadi tersangka dan kini dipenjara setelah divonis bersalah, meski tidak menikmati uang bansos tersebu.
Pada 9 Oktober 2015, Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Jamal. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Tak puas, jaksa mengajukan kasasi dan dikabulkan.

"Mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum," putus majelis kasasi sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (5/12).

Selain pidana pokok 12 tahun penjara, Artidjo Alkostar dan hakim anggota Abdul Latief dan MS Lumme memerintahkan Jamal membayar denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 31,3 miliar subsider 5 tahun kurungan penjara.

Putusan ini makin membuat reputasi Artidjo kian ditakuti koruptor. Pasalnya ia sebelumnya memperberat hukuman terpidana korupsi sperti Jero Wacik, Angelina Sondakh dan OC Kaligis. (dtc)