City Portal of Pekanbaru

Tujuh Titik Panas Terpantau di Riau

kebakaran-lahan.jpg
(istimewa)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat menyebut, titik panas bertambah di Provinsi Riau menjadi tujuh titik. Meningkat dari sehari sebelumnya, lima titik panas.

"Pagi ini, satelit kembali pantau total tujuh titik panas di Riau. Tersebar pada tiga daerah," terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, Rabu (7/12).

Ia merinci, tujuh titik panas itu terdeteksi oleh satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yakni Aqua dan Terra berada tiga kabupaten yakni Bengkalis empat, Pelalawan dua, dan Siak satu titik.

Satelit memantau, untuk wilayah Bengkalis keempat titik panas ini masih terkosentrasi di Kecamatan Bukit Batu.

Lalu wilayah Pelalawan dua titik panas terdapat pada dua kecamatan yakni Kerumutan serta Teluk Meranti, dan satu titik panas di Siak terdeteksi berada di Kecamatan Sungai Mandau.

Kemarin sore, satelit mendeteksi lima titik panas di Riau dengan wilayah penyebaran di Bengkalis tiga titik dan Pelalawan dua titik.

"Untuk titik panas pagi ini, sama seperti kemarin sore. Analisis kita, belum terjadi kebakaran hutan dan lahan karena masih di bawah 70 persen," ucap Slamet.

Sementara Pemerintah Provinsi Riau secara resmi telah mencabut status siaga darurat kabut asap di Riau, dan sekaligus membubarkan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan akhir November tahun ini.

Tercatat, luas kebakaran hutan dan lahan di Riau sepanjang tahun ini telah mencapai 3.902 hektare dari mulai Januari hingga Oktober 2016. Sebanyak 95 orang ditetapkan sebagai tersangka dari 74 perkara kebakaran lahan dan hutan. Dua kasus diantaranya diduga dilakukan oleh korporasi. (ant)