City Portal of Pekanbaru


Agus Sebut KPK Berutang Kasus Annas Maamun

annas-maamun.jpg
(istimewa)

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan kasus dugaan suap pengesahan APBD-P Riau 2014 dan APBD Riau 2015 dengan tersangka mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, sebagai "utang" yang akan segera dilunasi.

Sejauh ini Annas Maamun satu-satunya tersangka yang belum diadili. Bahkan perkembangan penanganan kasusnya pun tak jelas.

"Kita melihat kasus ini sebagai utang yang akan segera kita lunasi, dan akan kita tinjau sesuai dengan amar putusannya," kata Agus usai membuka Rembuk Integritas Nasional di Hotel Arya Duta, Pekanbaru, Rabu (7/12).

Menurut dia, mandeknya kasusAnnas Maamun karena banyaknya kasus yang harus ditangani KPK serta keterbatasan personil. Sehingga memerlukan waktu panjang untuk menuntaskan sebuah kasus.

"Utang kita masih banyak yang harus diselesaikan, penyidik akan ditambah tahun ini dan semoga itu dapat membantu menuntaskan utang ini," sebutnya.

Annas Maamun sendiri saat ini dipenjara di LP Sukamiskin, Bandung, dalam kasus lain, yakni korupsi alih fungsi lahan hutan.

Dalam kasus suap APBD ini penyidik KPK telah menetapkan empat orang tersangka yakni Annas Maamun dan tiga mantan anggota DPRD Riau periode 2009-2014, Ahmad Kirjauhari, Johar Firdaus, dan Suparman.

Ahmad Kirjauhari sudah divonis bersalah dan dihukum empat tahun penjara. Dalam persidangan terungkap Annas Maamun melalui orang suruhannya memberikan memberikan uang Rp1 miliar kepada Kirjauhari untuk memuluskan pengesahan kedua APBD tersebut. kepada sejumlah anggota DPRD Riau saat itu.

Salah satu penerima uang itu disebut Kirjauhari adalah Johar Firdaus, yang kala itu menjabat sebagai Ketua DPRD Riau. Johar dan Suparman, yang dalam kasus ini disebut berperan sebagai penghubung antara anggota dewan dengan Annas Maamun, tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. (ant)