City Portal of Pekanbaru


Riedl Puji Ketenangan Andik Vermansah Cs

BANYAK ditekan di sepanjang bertandingan selama 120 menit, Timnas Indonesia berhasil menahan tuan rumah Vietnam dengan skor 2-2 di Stadion My Dinh Hanoi, Rabu (7/12), untuk memastikan tiket ke final Piala AFF. Alfred Riedl pun memuji semangat juang Boaz Salossa Cs.


Indonesia ke final dengan agregat gol 4-3, karena di semifinal leg pertama di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Sabtu pekan lalu, menang dengan skor 2-1.

“Semua tahu sebelumnya tidak ada yang memperhitungkan kami bisa lolos sejauh ini (ke final)," kata Alfred Riedl usai pertandingan.

Menurut dia, lolosnya Indonesia ke final merupakan hasil kerja keras dan serta adanya keberuntungan. Meski bermain di kandang lawan yang mendapatkan dukungan puluhan ribu supoter fanatiknya, Andik Vermansah dan kawan-kawan tetap bermain tenang.

Dia menyebut skuad Merah Putih mampu bertahan dengan baik untuk meredam keagresifan tuan rumah. "Vietnam tim yang bagus, sedangkan Indonesia baik dalam bertahan. Begitulah kondisi di lapangan,” ujar pria Australia tersebut.

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Timnas Indonesia yang banyak ditekan justru memimpin lebih dulu lewat gol Stefano Lilipaly di menit ke-54.

Lilipaly melakukan kerjasama satu-dua dengan Boaz Solossa yang kemudian mengirim umpan silang untuk melahirkan kemelut di depan gawang Vietnam. Kekeliruan antisipasi kiper dan bek Vietnam membuat bola meluncur ke gawang dan Lilipaly mencocornya untuk memastikannya gol.

Pada menit 77 Vietnam harus bermain dengan 10 pemain setelah kiper Manh Tran Nguyen dapat kartu merah langsung akibat menendang Bayu Pradana. Akibat sudah melakukan tiga pergantian, bek Que Ngoc Hai pun harus jadi kiper dadakan.

Sayangnya, keunggulan jumlah pemain tak dapat dimaksimalkan Indonesia. Di menit ke-84 Vietnam justru menyamakan skor lewat gol dari Vu Van Thanh yang meneruskan bola tendangan bebas rekannya.

Di menit-menit akhir menuju habisnya masa 90 menit, Vietnam membuat gol lagi. Vu Minh Tuan mencetak gol guna mengubah skor jadi 2-1 buat keunggulan tuan rumah. Skor agregat jadi sama kuat, 3-3.

Hal itu membuat pertandingan dilanjutkan ke extra time. Manahati Lestusen akhirnya memastikan kemenangan Indonesia di menit ke-97 lewat sepakan dari titik putih. Penalti diberikan wasit setelah Ferdinan Sinaga dilanggar di kotak terlarang.

Dengan hasil tersebut Indonesia maju ke final untuk menanti pemenang pertandingan semifinal lainnya antara Thailand lawan Myanmar. Thailand, yang mengalahkan Indonesia di fase grup, untuk sementara unggul agregat berkat kemenangan 2-0 di markas Myanmar.

Cukup terkejut
Meski lolos ke final dengan menahan imbang tuan rumah Vietnam, Riedl juga cukup terkejut dengan keputusan wasit Fu Ming yang menganulir penalti yang seharusnya diterima Indonesia setelah Rizky Pora dijatuhkan oleh penjaga gawang tim tuan rumah.

"Sampai sekarang saya tidak tahu apa yang terjadi. Seharusnya itu penalti," kata pria yang juga mantan pelatih timnas Vietnam itu.

Sementara itu kapten timnas Indonesia Boaz Solossa menyebut pertandingan semifinal kedua melawan Vietnam ini adalah laga yang luar biasa. Kedua tim melakukan permainan terbuka meski pada babak pertama Indonesia sempat dikurung oleh lawan.

"Kami bersyukur bisa lolos ke final. Meski sempat disamakan dalam agregat gol, tapi teman-teman mampu bangkit. Yang jelas Vietnam tim yang bagus dan cepat. Setelah ini kita tinggal fokus untuk menghadapi laga final," kata Boaz Solossa. (ant/dtc)