City Portal of Pekanbaru

Dian yang Jadi 'Pengantin' Bom Bunuh Diri Baru Berusia 27 Tahun

polisi-bersenjata.jpg
(ist)

SEDIKIT demi sedikit fakta seputar perempuan terduga teroris yang disebut polisi akan melakukan aksi bunuh diri di Istana Negara mulai terkuat. Dia ternyata masih muda, berusia 27 tahun.

Inisialnya disebut polisi DNY, yang merupakan singkatan dari namanya Dian Yulia Novi. Ia berasal dari Jatimulya RT18 RW06 Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"DYN ini kelahiran 1989 (berusia 27 tahun). Dia terdeteksi masih baru dalam jaringan teroris," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (10/12) malam.

Selama ini dalam sejarah terorisme di Indonesia tak pernah ada pelaku bom bunuh diri seorang wanita. Itulah kenapa rencana Dian untuk melakukan 'amaliyah', yang menurut polisi sebagai istilah di kelompok teroris untuk aksi bunuh diri, amat mengejutkan.

Menurut Boy, di beberapa negara di mana aksi teror marak terjadi, banyak wanita menjadi pelaku bom bunuh diri. "Bisa jadi keinginan Dian untuk menjadi pelaku bom bunuh diri terinsipirasi dari negara-negara tersebut," kata Boy.

Dian ditangkap polisi di kamar kontrakannya di Jalan Raya Bintarajaya 8 RT4 RW9, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Di kamar 104 itu polisi menemukan barang bukti berupa bom rakitan berbentuk penanak nasi elektronik (rice cooker).

Di tempat terpisah, Tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap Nur Salihin (NS) dan Agus Supriadi (AS) di bawah jembatan layang Kalimalang, Bekasi. Kedua pria ini sudah dibuntuti dari Solo hingga Jakarta, termasuk saat mereka bertemu Dian.

Menurut kepolisian, tiga orang tersebut diduga merupakan jaringan Bahrun Naim, petempur ISIS asal Indonesia.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota AKP Erna Ruswing mengatakan, tiga bom berdaya ledak tinggi yang ditemukan di kamar kontrakan Dian, Sabtu sore, rencananya akan diledakkan di Istana Negara, Jakarta, saat serah terima jaga Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

"Bom itu sedang dipersiapkan oleh tiga orang terduga teroris bernama Nur Solihin, Agus Supriyadi dan seorang perempuan Dian Yulia Novi," kata dia

Erna mengungkapkan, keterangan itu diperoleh dari para tersangka usai ditangkap petugas di sejumlah lokasi berbeda.

"Dian tinggal di kontrakan milik Opung Mangun. Ia baru mengontrak selama lima hari," jelasnya.

Erna mengatakan, Dian diketahui akan berperan sebagai pelaku peledakan bom di Istana berdasarkan 'surat wasiat' yang dititipkannya kepada keluarga. "Bom aktif yang terdapat di lokasi itu merupakan bom yang akan diledakkan oleh seorang pengantin perempuan," ucapnya.

Pengintaian

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota AKP Erna Ruswing menuturkan kronologi penangkapan ketiga terduga teroris. Bermula saat polisi melakukan pengintaian terhadap aktivitas terduga teroris itu dari daerah Solo ke Jakarta, dengan membuntuti mobil dengan nomor polisi B - 1578-GFX yang dikendarai oleh Nur Solihin.

Setibanya di Jakarta, kendaraan itu menjemput Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi. Saat itu Dian membawa sebuah kardus.

Selanjutnya Dian Yulia Novi diantar ke kantor pos sekitar daerah Bintara, Kota Bekasi, untuk mengirim kardus tersebut ke keluarganya di Cirebon.

Kemudian polisi menyita paket tersebut. Isinya barang-barang berupa pakaian dan surat wasiat Dian Yuli Novi kepada kedua orangtuanya.

"Ada pun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi ingin melakukan amaliyah," ucapnya.

setelah dari kantor pos, Nur Solihin, Agus Supriyadi dan Dian Yuli Novi menuju ke kontrakan di Jalan Bintarajaya 8 Kota Bekasi.

Di lokasi itu, Dian turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104.

"Nur Solihin dan Agus Supriyadi pergi meninggalkan rumah kos tersebut," kata dia.

Sekitar pukul 15.40 WIB, Tim Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap Nur Solihin dan Agus Supriyadi di bawah Jembatan Layang Kalimalang, Kota Bekasi.

"Sekitar pukul 15.50 WIB, dilakukan penangkapan terhadap Dian Yuli Novi dan ditemukan bom aktif di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas warna hitam," jelasnya. (ant)