City Portal of Pekanbaru

Inilah Warisan Mar'ie Muhammad Versi Sri Mulyani

mengenang-marie.jpg
(ist)

PARA tokoh mengenang mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjadi pejabat negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sangat kehilangan dengan kepergian Mar’ie, yang wafat Minggu (11/12) dini hari WIB.

"Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan dikenal sebagai ‘Mr Clean’," ujar Kalla, saat melayat di rumah duka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu.

Menurut dia, semasa megabdi untuk negara, Mar’ie bekerja dengan sepenuh hati, berdasarkan logika, dan menerapkan cara-cara yang bersih dan jujur. "Kita tentu berduka karena beliau saat menjabat dikenal khalayak ramai sebagai orang yang sangat bersih dan jujur," kata Kalla.

Mar’ie Muhammad wafat pada usia 77 tahun setelah menderita sakit cukup lama. Ia terakhir menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta. Ia dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, setelah disalatkan di Masjid Al Azhar.

Pria sederhana itu menjabat Menteri Keuangan pada era Kabinet Pembangunan VI (periode 1993-1998) saat kepemimpinan Soeharto. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan, 1988-1993.

Laki-laki kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 3 April 1939, itu bahkan dijuluki sebagai “Mr Clean”, karena kejujuran dan sikap antikorupsi. Ia menjadi simbol pejabat bersih kala itu, pada saat korupsi merajalela di birokrasi negara.

Selama menjadi menteri, banyak gebrakan yang dilakukan Mar’ie . Di antaranya, menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar.

Gerakan bersih Mar’ie sempat mengantarkan Indonesia menjadi pelopor di Asia Tenggara dalam bidang perekonomian, di awal 1997.

Paripurna sebagai menteri, Mar'ie tercatat pernah menjadi Ketua Oversight Committee (OC) BPPN, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Ketua Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI), Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), dan komisaris utama PT Bank Syariah Mega Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat sangat berduka. Menurut dia, sumbangan terbesar seniornya itu adalah kepemimpinan dan komitmen untuk membangun institusi yang bersih dari korupsi dan konflik kepentingan.

"Sumbangan Pak Mar'ie menjadi sangat istimewa dan inspiratif karena dilakukan pada masa di mana korupsi dianggap sebagai praktik wajar bagi semua pejabat," kata Sri Mulyani.


"Pak Marie tidak hanya tetap bersih dan sederhana, namun juga memberikan contoh nyata bahwa komitmen terhadap integritas dapat ditegakkan meskipun halangan dan tantangan sangat besar. Ini teladan yang sangat berharga dan berarti bagi kami semua penerusnya," tutur Mulyani.

Meski telah wafat, Sri Mulyani menyebut warisan sikap dan contoh perilaku Muhammad semasa hidup menjadi cerita abadi yang terus menyulut api perbaikan di Kementerian Keuangan dan Indonesia.

"Saya secara pribadi sangat berduka dan kehilangan Pak Mar'ie yang telah banyak membantu saya dalam membangun Kementerian Keuangan yang bersih, profesional dan melayani. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kesabaran dan kekuatan dari Allah SWT dalam menghadapi kedukaan dan kehilangan ini," kata dia. (ant/cnni)