City Portal of Pekanbaru

Sakit Hati Ajakan Menikah Ditolak, Hen Bunuh Wanita Idaman

ilustrasi-jenazah.jpg
(istimewa)

PEMBUNUHAN Misna, perempuan yang mayatnya ditemukan di perkebunan kelapa sawit awal Desember lalu, mulai terungkap. Polisi menangkap seorang pria berusia 49 tahun, yang mengaku membunuh Misna dengan alasan sakit hati.

Hen, warga kelurahan Muara Jangga Kabupaten Batang, Jambi, ternyata pria yang dekat dengan Misna. “Ia mengaku telah membunuh Misnah pada Kamis, 27 November 2016, dengan alasan sakit hati," kata Kepala Urusan Humas Polres Inhil Ipda Heriman Putra, Minggu (11/12).

Saat diinterogasi,Hen mengatakan bahwa dia adalah sahabat korban. Ia membunuh Misna karena sakit hati perempuan paro baya itu tidak bersedia diajak menikah.

Dia menghantam Misnah dengan sebilah kayu di bagian kepala belakang. Kemudian, ia mempreteli barang berharga milik Misna dengan tujuan untuk menghilangkan identitas agar jasad sulit dikenali.

"Pelaku menutup jasad korban menggunakan pelepah sawit," ucapnya.

Polisi sempat kesulitan mengungkap identitas korban. Pasalnya, tak ada kartu identitas yang ditemukan di tubuhnya atau sekitarnya. Apalagi kondisi jenazah sudah mulai membusuk. Wajahnya sudah tidak utuh lagi.

Jenazah Misnah baru dikenali setelah putranya datang mengecek. Dari pakaiannya, seperti celana jeans biru, pria muda itu yakin mayat itu jenazah ibunya yang telah beberapa hari menghilang. Dari olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, polisi menemukan petunjuk pelaku pembunuh mengarah kepada Hen.

Sejak Jumat pekan lalu Tim Unit Opsnal Polres Inhil memburu Hen. "Ia ditangkap saat sedang berada di rumahnya yang terletak di kelurahan Muara Jangga Kecamatan Batin XXIV, Batang Hari Jambi," kata Ipda Heriman Putra.

Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (ant)