City Portal of Pekanbaru


Mensos Luncurkan Program Jari Puter di Rumbai

khofifah.jpg
(ist)

MENTERI Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program Jangkauan dan Rehabilitasi Sosial Anak Pulau Terluar atau "Jari Puter" regional Sumatera. Ia mengajak semua pihak ikut berperan menyukseskan program itu.

Peluncuran program tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian gedung baru Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Rumbai, Pekanbaru, Minggu (11/12).

"Saya ingin ajak kita semua apa yang kita bisa lakukan untuk kampanye sosial Jari Putar ini. Jangkauan yang memungkinan kita lakukan, mari kita lakukan bersama," kata Khofifah saat peluncuran program Jari Puter di Rumbai.

Turut hadir dalam acara itu perwakilan binaan Kemsos dari Kota Dumai, Anambas Provinsi Kepulauan Riau, Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara, dan Sijunjung Provinsi Sumatera Barat.

Khofifah mengatakan pemerintah mengharapkan dibangun hubungan yang baik dengan semua pihak, termasuk LSM, untuk menyukseskan program Jari Puter. "Kami tak ada makna apabila tak bergandengan bersama. PSBR baru akan ada makna apabila pemerintah daerah punya rasa yang penting untuk menolong anak-anak kita agar mereka tak putus harapan," tegas Mensos Khofifah.

Total bantuan yang diberikan Kemensos kepada PSBR Rumbai Pekanbaru tahun anggaran 2016 mencapai Rp530 juta. Rinciannya berupa bantuan satu unit mesin jahit, satu set peralatan tata rias, satu set peralatan bengkel motor dan peralatan teknik las dengan nilai per unit Rp1,5 juta dan jumlah anak 140 orang, yang keseluruhan menelan Rp210 juta.

Kemudian, ada bantuan sosial kepada penerima manfaat luar lembaga berupa satu set peralatan bengkel motor dan satu set peralatan tata rias, dengan nilai per unit Rp1,5 juta dan jumlah anak 190 orang, yang keseluruhan mencapai Rp285 juta.

Selain itu, ada juga bantuan sosial berupa paket nutrisi kepada anak yang mengikuti kegiatan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TePAK), dengan nilai bantuan pernak anak Rp700 ribu dan jumlah anak 50 orang, dengan total biaya Rp35 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Riau Syarifudin AR yang mewakili Gubernur Riau mengatakan, dibutuhkan peran pemerintah yang lebih besar untuk masyarakat di daerah terluar agar nasionalisme mereka tak terkikis. "Lokasi mereka sangat rentan karena berbatasan dengan negara tetangga," ucapnya. (ant)