City Portal of Pekanbaru


Pakai Testimoni ASN, KPU Pekanbaru Semprit Tim Sukses

rebutan-kursi.jpg
(ist)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menemukan sejumlah pelanggaran selama masa kampanye lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Seperti kesalahan desain alat kampanye.

"Kami melihat ada beberapa desain bahan kampanye tidak sesuai dengan aturan KPU," kata Ketua KPU Kota Pekanbaru Amiruddin Sijaya, Senin (12/12).

Bahan kampanye meliputi stiker, poster, pamflet dan brosur. Adapun desain bahan kampanye yang sering tidak sesuai dengan aturan KPU yakni adanya komentar atau testimoni dari tokoh masyarakat nonpartai yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ini tentu dilarang dalam aturan KPU," tegasnya.


"Sejauh ini Komisi Pemilihan Umum Pekanbaru terus melakukan koordinasi dengan tim sukses pasangan calon agar desain bahan kampanye tidak menyalahi aturan," kata dia lagi.


Dia mengingatkan, bahan kampanye termasuk alat peraga kampanye (APK) yang dicetak oleh KPU memiliki logo khusus. Itu pula yang membedakannya dengan alat peraga yang dicetak tim sukses pasangan calon.

"Perbedaannya adalah logo Bang Baung yang merupakan maskot dari Pilkada Pekanbaru oleh KPU Pekanbaru," kata dia.

Dia menambahkan, jika tim sukses pasangan calon ingin melihat seperti APK yang dicetak oleh KPU, bisa mendatangi langsung lima titik yang sudah terpasang. Yakni di Simpang Bingung, Simpang Beringin, Jalan Kartini, Simpang Parit Indah dan di sekitar Baterai P Panam.

"Jadi APK inilah yang jadi acuan, jangan ada yang lari dari situ," kata dia.

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru 2017, yang akan digelar 15 Februari, diikuti lima pasangan wali kota dan wakil walikota. Mereka itu adalah pasangan nomor urut 1 Syahril-Said Zohrin (independen), pasangan nomor urut 2 Herman Nazar-Defi Warman (independen), pasangan nomor urut 3 Firdaus-Ayat Cahyadi (Demokrat, PKS, dan Gerindra), pasangan nomor urut 4 Ramli Walid-Irvan Herman (Golkar, PAN, PKB, Hanura dan Nasdem) dan pasangan nomor urut 5 Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (PDIP dan PPP). (ant)