City Portal of Pekanbaru

Teerasil Dangda Tebar Teror, Fachruddin Tak Takut

dangda.jpg
(istimewa)

SUDAH beberapa kali Timnas Indonesia latihan di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci Tangerang, Banten. Tapi baru pada Minggu (11/12), saat bersiap melakukan latihan fisik, tersedia banyak buah.

"Tiba-tiba banyak buah di sini. Tidak seperti biasa. Apa karena kita masuk final ya? Sebelumnya banyak yang tak acuh," kata petugas media Timnas Indonesia, Bandung Saputra, di lapangan SPH Karawaci.

Dia menuturkan, bermacam-macam buah mulai pisang, apel, pir hinggi jeruk yang berada di tribun itu sudah ada sejak seluruh personil Timnas Indonesia masuk ke lapangan. Sontak hal itu membuat beberapa ofisial timnas pun bertanya-tanya.

"Biasanya, kalaupun ada buah kami yang bawa. Untuk saat ini ada kejutan. Kamipun tidak tahu siapa yang bawa kesini," kata ofisial paling muda di timnas Merah Putih tersebut sambil tersenyum.

Memang kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 awalnya dipandang sebelah mata. Bahkan, pelatih Alfred Riedl tidak bisa mengambil semua pemain terbaik di negeri ini lantaran terhalang aturan satu klub maksimal hanya mengirimkan dua pemain untuk Timnas.

Berbekal pemain yang ada, skuad Merah Putih nyatanya sukses melaju ke semifinal setelah menyingkir lawan-lawannya. Salah satunya Vietnam, yang digasak Boaz Salossa dan kawan-kawan di semifinal.

Kini Boaz Cs menatap laga final pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (14/12) nanti. Sedangkan pertandingan final kedua akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12).

Bek Fachruddin Aryanto menegaskan siap menghadang laju striker andalan Thailand, Teerasil Dangda, yang dikenal lincah dan berbahaya di kotak penalti lawan.

"Thailand memang tim yang kuat. Tapi, kita akan bermain di kandang. Apalagi, di pertandingan final. Situasinya jelas beda dibandingkan pertandingan sebelumnya. Yang jelas, salah satu pemain yang harus diwaspadai adalah Teerasil Dangda," ujarnya usai latihan.

Di babak penyisihan grup, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 2-4. Ketika itu Teerasil Dangda (28) mencetak tiga gol. Ia juga calon kuat topskorer dengan lima gol.

Menurut Fachruddin, untuk mengawal Teerasil akan membutuhkan kerja keras. Meski demikian, ia mengaku sudah siap. Apalagi, dirinya sudah cukup mengenal karakter Teerasil, yang pernah bermain di Liga Spanyol.

"Memang kita harus kerja keras. Ini adalah kesempatan kita untuk meraih posisi puncak. Jangan lagi kita kecolongan, seperti dipertandingan penyisihan," kata Fachruddin.

 

Dalam pertandingan penyisihan grup lalu, Indonesia sempat menyamakan skor 2-2 setelah tertinggal 0-2. Hanya saja, pemain Indonesia kehilangan konsentrasi sehingga kebobolan dua gol lagi, sehingga kalah 2-4.,

Pelatih Alfred Riedl terus mencoba beberapa formasi untuk membalas kekalahan dari Thailand, sekaligus mengantar Indonesia untuk pertama kalinya meraih Piala AFF. Misalnya dengan menggunakan tiga bek, yaitu Manahati Lestusen, Hansamu Yama dan Fachruddin. Namun, di depannya tetap ada Abduh Lestaluhu dan Beny Wahyudi.

Dengan formasi itu, Riedl bisa saja menggunakan lima bek sekaligus untuk meredam kecepatan pemain-pemain Thailand. Barisan pemain belakang ini akan menopang Risky Pora, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly dan Andik Vermansah. Sedangkan Boaz tetap jadi penyerang tunggal di depan.

"Saat ini kami terus berusaha mencari pemain inti dan formasi yang tepat untuk menghadapi Thailand. Saya terus mencoba untuk mencari yang tepat," demikian Alfred Riedl. (ant)