City Portal of Pekanbaru

Ahok Menangis di Sidang, Ceritakan Kedekatan dengan Keluarga Angkat yang Muslim

ahok-disidang.jpg
(istimewa)

 

SAAT menjelaskan hubungan dekatnya dengan keluarga angkat yang beragama Islam, terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangis di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12).

"Saya lahir dari pasangan non muslim, tapi saya juga diangkat oleh keluarga muslim," ujar Ahok dalam persidangan yang digelar di eks gedung Pengadilan Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada No 17.

"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok seraya terisak.

Kemudian, Ahok yang mengenakan batik panjang bernuansa cokelat itu terlihat diberikan sehelai tisu oleh panitia sidang.

"Bahkan uang pertama (kuliah) S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya," lanjut Ahok.

"Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orangtua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat," kata Ahok.

"Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orangtua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," tambah dia.

Dalam kehidupan pribadinya, Ahok mengatakan banyak berinteraksi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan keluarga angkatnya almarhum H. Andi Baso Amir yang dia sebut merupakan keluarga muslim yang taat.

Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.

Calon Gubernur DKI Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan, ia tidak berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu, 27 September 2016.

Dalam tanggapannya, ia membacakan salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat Al Maidah ayat 51 oleh para politisi.

"Bisa jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau elite yang berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al Maidah ayat 51 yang isinya melarang kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka," tutur Ahok. (ant)