City Portal of Pekanbaru

Heboh Penikaman 7 Siswa SD, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

penyerangan-dengan-pisau.jpg
(istimewa)

WARGA Nusa Tenggara Timur dihebohkan kasus penyerangan yang dilakukan seorang pria ke sebuah sekolah dasar di Sabu Barat, Selasa (13/12) pagi. Tujuh siswa menderita luka-luka serius, seperti di leher, karena sayatan pisau pelaku.

Sempat bersileweran kabar mengenai kejadian tersebut, terutama mengenai motif pelaku. Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Sabu Raijua Paulus Tuka mengingatkan jangan mengait-ngaitkan kasus tersebut itu dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Kita semua harus tetap tenang, dan menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian. Biarkanlah mereka bekerja untuk mengusut persoalannya sampai ke akar-akarnya," ujarnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menduga pelaku penikaman mengalami gangguan kejiwaan. Pasalnya, orang tak dikenal itu dianggap tak memiliki motif jelas untuk menyerang anak-anak.

"Secara kasat mata pelaku mengalami gangguan jiwa. Ini akan dibuktikan pemeriksaan medis, psikologi," ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Sayangnya, pelaku yang sempat diamankan polisi, tewas diamuk massa yang memaksa masuk ke ruang tahahan Polsek Sabu Barat. "Massa dalam jumlah banyak masuk ke Polsek Sabu Barat dan menganiaya pelaku," kata Wakapolres Kupang Kompol Sriyati.

Peristiwa penganiayaan berat terhadap tujuh siswa SD Negeri Sabu Barat itu terjadi Selasa pukul 09.00 WITA, ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Pelaku yang berprofesi sebagai pedagang keliling itu masuk dari bagian belakang gedung sekolah, lalu menuju ruangan kelas V dan VI. Ia mengancam membunuh murid dan guru.

"Pria itu menarik salah seorang siswa dan menyayat leher korban mengunakan pisau yang telah disiapkannya. Pelaku lalu mendatangi kelas VI dan melakukan hal serupa terhadap siswa lainnya," tutur Bripka Randy, staf Humas Polres Kupang.

Total ada tujuh siswa yang menjadi korban. Juniarto Ananda Apri Dimu (11) menderita luka bagian leher, Naomi Oktoviani Pawali (10) disayat pada bagian leher, Maria Katrina Yeni (10) luka sayatan bagian leher, Gladis Riwu Rohi (11) luka sayatan bagian leher dan jari tangan.

Sedangkan Dian Suryanti Kore Bunga (11), Alberto Tamelan (10), dan Aldi Miha Djami mengalami luka sayatan pada bagian leher.

"Dalam kejadian ini tidak ada korban yang meninggal. Semuanya sudah ditangani tim medis di rumah sakit Sabu. Luka sayatan pada korban sudah dijahit oleh tim medis setempat," kata dia.


Pelaku segera diamankan polisi di ruang tahanan Polsek Sabu Barat untuk dievakuasi bersama tujuh temannya, sesama pedagang keliling, ke Kupang menggunakan kapal cepat. Akan tetapi massa yang emosi mengamuk, menerobos masuk ke tanahanan dan menganiaya pelaku hingga tewas. (ant)