City Portal of Pekanbaru

Astaga, Bunga Utang Stadion Utama Membengkak Rp 40 Miliar

stadion-utama-riau.jpg
(istimewa)

PERHELATAN Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau sudah lama berlalu. Akan tetapi, persoalan utang Stadion Utama Riau, yang dibangun untuk menggelar event olahraga tersebut, masih meninggalkan utang sebesar Rp 322 miliar beserta bunga.

Pemprov Riau pun dituntut membayar utang itu kepada kontraktor pembangunan stadion. Hal itu terungkap setelah Pemerintah Provinsi, DPRD, dan Kejaksaan Tinggi Riau melakukan pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung, dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

"Kita sudah hadiri pertemuan bersama Sekretaris Daerah dan Kajati, untuk stadion utama dan infrastrukturnya itu diminta segera melakukan pembayaran. Tapi kita minta kepastian dan penegasan hukum agar tidak terjadi masalah di kemudian hari," kata Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman dihubungi dari Pekanbaru, Selasa (13/12).

Menurutnya, permintaan lembaga pusat agar pembayaran utang itu masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016. Namun, Riau tidak bisa kecuali dalam keadaan mendesak dimana pemerintah daerah dapat cairkan dana tanpa persetujuan DPRD.

Oleh karena itu, pihaknya menyanggupi jika utang itu dibayarkan melalui APBD Perubahan 2017. Selain itu juga bisa dibayar pada APBD 2017 kalau Kemendagri yang saat ini masih melakukan evaluasi, meminta utang itu untuk segera dibayar dengan didukung kejaksaan dan KPK.

"Tapi itu kalau ada surat kepastian dari KPK. Dan itu direspon dengan akan memberikan legal opinion atau surat kepastian untuk dilakukan pembayaran," ungkapnya.

Setelah itu, pihaknya akan mempertimbangkan dan meminta keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau. Menurutnya Kejaksaan Agung dan KPK meminta harus segera dibayar karena bunganya berjalan terus. Sampai saat ini hitungan bunganya sudah mencapai sekitar Rp40 miliar.

"Harus dibuktikan dulu dengan audit untuk yang bunga saja. Kita minta supaya ada peluang negosiasi bunga, tapi dibilang itu adalah utang Riau dan wajib dibayar, jadi kami ikut saja," sebutnya.

Stadion Utama Riau dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional 2012 melalui Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2008. Awalnya nilai proyek Rp900 miliar. Belakangan membengkak dengan tambahan sekitar Rp 200 miliar lagi.

Pembengkakan nilai proyek itu kemudian memunculkan sengketa antara Pemprov Riau dengan kontraktor. (ant)