City Portal of Pekanbaru

Kini Penderita HIV di Riau Mengalahkan Aids

penderita-hiv-aids.jpg
(istimewa)

DINAS Kesehatan Provinsi Riau mengungkapkan, jumlah kumulatif kasus HIV sampai dengan November 2016 sebanyak 2.234 kasus, sedangkan AIDS 1.763 kasus.

"Sesuai grafiknya mulai dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2016, kasus HIV sudah lebih banyak ditemukan dari pada AIDS. Artinya kinerja tim di layanan HIV AIDS makin berhasil apalagi didukung oleh lembaga sosial masyarakat yang bersama-sama menjangkau populasi kunci," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa (13/12).

Menurut dia, tim menjangkau populasi kunci yakni pada penasun (pengguna napza suntik) , penjaja seks langsung dan tidak langsung, gay,waria. Serta populasi berisiko yakni pasangan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), WBP.

Selain itu juga populasi rentan terjangkit HIV dan Aids yakni ibu hamil, pasien IMS, pasien TB/hepatitis, balita gizi buruk, populasi umum remaja usia 15 - 24 tahun.

"Tim ini sukses menemukan kasus karena didukung anggaran daerah dalam upaya peningkatan sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan-pelatihan bagi petugas kesehatan yang akan menjalankan layanan HIV AIDS di kabupaten dan kota di Provinsi Riau," katanya.

Andra menjelaskan, mulai tahun 2010 layanan konseling testing (KT) sampai dengan tahun 2016 sudah berjumlah 51 layanan. Kemudian, layanan Infeksi Menular Seksual sudah berjumlah 40 layanan, layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP = CST) sebanyak 33 layanan, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Selain itu layanan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) sebanyak 6 layanan dan layanan PTRM hanya ada di Kota Pekanbaru. Juga di Kota Pekanbaru sudah dapat melayani konseling testing HIV dan LKB di seluruh Puskesmas.

Menurut dia, kasus HIV paling banyak ditemukan di Kota Pekanbaru, kemudian Bengkalis, Dumai, Pelalawan, dan Rohil.

"Seluruh kabupaten dan kota di Riau sudah tertular virus HIV ini. Kelompok resiko terbanyak adalah pada kelompok heteroseksual sebanyak 76,63 persen, homoseksual 11,17 persen, penasun 6,69 persen, penularan dari ibu ke anak (MTCT) sebanyak 4,76 persen, dan transfusi darah 0,57 persen," paparnya. (ant)