City Portal of Pekanbaru

Tangkap 6 Truk di Siak Hulu, Polisi Sita Puluhan Kubik Kayu Berkualitas Tinggi

truk-kayu-ilegal.jpg
(istimewa)

ENAM truk yang mengangkut puluhan kubik kayu bernilai tinggi, yang diduga hasil perambahan hutan di Kabupaten Siak, ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau dan Polisi Kehutanan saat melintas di jalan lintas timur, Kampar.

"Ke enam truk tersebut tertangkap tangan membawa lebih dari 48 meter kubik kayu gelondongan jenis meranti dan mahang," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Rabu (14/12).

Guntur menuturkan, penangkapan dilakukan tim Subdit IV Ditkrimsus Polda Riau bersama dengan Polhut pada Selasa (13/12) pagi.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi petugas yang terus mendalami informasi masyarakat akan keberadaan sejumlah sawmill di wilayah Kampar.

Hasilnya, petugas berhasil menangkap enam truk sekaligus saat sedang melintasi Jalan Lintas Timur, Kecamatan Siak Hulu, Kampar pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat proses penangkapan berlangsung, petugas sempat kesulitan, karena empat dari enam oupir berusaha melawan dan melarikan diri. Alhasil, hanya dua supir yang berhasil diamankan.

"Dua sopir berinisial AS (36) dan AN (24) masih kita periksa intensif," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua sopir mengaku mengangkut kayu diduga hasil pembalakan liar hutan lindung di Desa Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Kedua sopir itu sendiri juga merupakan warga Siak.

Pada saat penangkapan berlangsung, keduanya tidak bisa menunjukkan dokumen resmi pengangkutan dan kepemilikan kayu. Keduanya hanya menunjukkan surat pengantar dari oknum kepala desa setempat.

"Kita telah mengantongi surat keterangan kepala desa asal kayu itu berasal dan masih terus kami tindak lanjuti perkara ini," ujarnya.

Sopir mengungkapkan, masing-masing dari mereka dibayar Rp1 juta setiap kali angkut. Sejauh ini mereka baru dua kali mengangkut kayu berkualitas tinggi dengan tujuan seorang penadah, yang merupakan pemilik sawmill di Kabupaten Kampar.

Polisi menjerat kedua sopir dengan Pasal 12 Huruf Juncto Pasal 83 Huruf B Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman kurungan lima tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar.

“Kami akan terus mendalami perkara ini, termasuk mengungkap pemilik dan penadah kayu-kayu ilegal tersebut,” kata Guntur. (ant)