City Portal of Pekanbaru


Tangkap Pemodal PETI di Kuansing, Polisi Sita Uang Rp 196 Juta dan Emas

aktivitas-peti.jpg
(istimewa)

APARAT Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kuantan Singingi meringkus dua pemodal kegiatan penambangan emas tanpa izin (Peti), dengan barang bukti uang senilai ratusan juta rupiah dan emas ilegal.

"Kedua pemodal telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih terus menggali keterangan keduanya," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Rabu (14/12).

Guntur menguraikan penangkapan kedua pemodal Peti tersebut dilakukan tim Satreskrim Polres Kuantan Singingi (Kuansing) pada Selasa (13/12) malam di Muara Lembu, Kuansing.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan dua pria bernama Andre asal Rokan Hulu dan SE, warga asal Kota Padang, Sumatera Barat.

Menurut Guntur, penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari belasan perkara Peti yang diungkap Polres Kuansing dalam dua bulan terakhir. Setelah memperoleh informasi akurat, petugas langsung melakukan penggeberekan di kediaman kedua tersangka.

Hasilnya, sejumlah barang bukti berhasil disita petugas. Di antara barang bukti itu adalah uang senilai Rp196 juta, dua unit timbangan digital, emas seberat 15,61 gram, sembilan buku tabungan, dan tiga alat bakar pompa emas.

"Seluruh barang bukti telah kita sita. Kuat dugaan kedua tersangka merupakan pemodal untuk aktivitas Peti yang beberapa kali diungkap jajaran Polres Kuansing," jelasnya.

Guntur menjelaskan kegiatan penambangan emas di wilayah tersebut berlangsung cukup lama dan telah mengakibatkan kerusakan ekosistem sungai. Selain areal perkebunan, para penambang biasanya melakukan aktivitasnya di daerah aliran sungai (DAS) hingga menyebabkan air sungai menjadi keruh dan tak lagi bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kegiatan penambangan liar itu.Namun karena pengawasan yang masih minim serta dengan alasan desakan ekonomi membuat mereka selalu kembali menambang.

Terlebih lagi sebagian besar penambang didominasi oleh pendatang asal luar daerah. "Penduduk lokal mayoritas selalu menolak, karena mereka sadar penambangan tersebut merusak ekosistem. Sebagian besar penambang tersebut adalah pendatang," jelasnya

Dalam lima tahun terakhir, Polres Kuansing telah membongkar lebih dari 80 kasus penambangan liar, termasuk PETI. Dari jumlah kasus sebanyak itu, pollisi menetapkan 120 orang tersangka. (ant)