City Portal of Pekanbaru


Pakai Kursi Roda ke Bandara, Andik Ramah Sapa Warga

andik-vermansah.jpg
(net)

ANDIK Vermansah harus menggunakan kursi roda saat masuk ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis (15/12) siang, untuk ikut terbang bersama rekan-rekannya di Timnas Indonesia ke Thailand guna menghadapi final kedua.

Pemain mungil nan lincah kelahiran Jember tetap ikut ke Bangkok, meski dipastikan absen karena cederanya yang cukup parah. Cedera otot hamstring itu pula yang membuat dia harus menggunakan kursi roda untuk sementara.

Meski harus menggunakan kursi roda saat masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pemain tim Selangor FA Malaysia itu ramah dengan masyarakat maupun media yang sejak pagi menunggunya.

Jajaran pelatih baik Alfred Riedl maupun Wolfgang Pikal juga sempat bercengkerama untuk menanyakan kondisinya.

Pembicaraan tersebut terputus setelah banyak masyarakat yang tidak jauh dari rombongan timnas meminta foto dengan pemain timnas Garuda itu.

Setelah semuanya check in, pelatih Alfred Riedl juga memberikan pengarahan kepada semua pemain dan ofisial yang akan bertolak ke Thailand. Pelatih berusia 67 tahun ini meminta semua pemain lebih bersemangat untuk menghadapi pertandingan penentuan.

"Kita semua akan menjalani pertandingan kedua. Makanya kita semuanya harus bersiap diri dengan baik," kata Alfred Riedl.

Selama di Thailand, Riedl juga meminta kepada Boaz Solossa dan kawan-kawan menjaga diri masing-masing. Hal ini untuk menjaga kondisi pemain karena masa istirahat dari pertandingan pertama ke leg kedua sangat singkat.

"Intinya semua pemain harus banyak istirahat. Apalagi kita harus menjalani penerbangan yang cukup lama. Sampai sana harus langsung istirahat dan dipijat untuk melancarkan peredaran darah," kata dokter timnas, Syarif Alwi.

Timnas Indonesia selangkah lagi mencetak sejarah untuk meraih gelar juara Piala AFF pertama, karena saat ini sudah unggul berkat kemenangan 2-1 di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Rabu malam. Untuk menjadi juara skuad Grauda hanya butuh hasil imbang. (ant)