City Portal of Pekanbaru


Eko Patrio Tak Perlu Khawatir, Polisi: Cuma Ingin Klarifikasi

eko-patrio.jpg
(ist)

ANGGOTA DPR Eko Hendro Purnomo, yang lebih dikenal dengan sapaan Eko Patrio, berjanji akan mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, siang ini, sehabis shalat Jumat. Kabar pria yang juga seorang pelawak itu dipanggil kepolisian sontak menjadi perhatian publik.

Apalagi Eko Patrio tak datang memenuhi pemanggilan Bareskrim Polri kemarin.

PAN, partai politik tempat Eko Patrio bernaung, melancarkan protes. Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menyatakan, Eko Patrio sebagai anggota DPR tidak bisa begitu saja dipanggil kepolisian untuk diperiksa. Harus izin presiden, kata dia.

Menjawab hal itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengungkapkan undangan klarifikasi terhadap Eko Patrio tidak perlu menunggu persetujuan dari Presiden Jokowi.

Agus beralasan, Eko hanya diundang untuk mengklarifikasi atas laporan dugaan tindak pidana Kejahatan terhadap Penguasa Umum dan atau UU ITE.

"Kalau sudah masuk penyidikan baru minta persetujuan Bapak Presiden. Kalau hanya klarifikasi kan belum," jelasnya kepada pers di Jakarta, Kamis (15/12) malam.

Agus menambahkan, penyelidik hanya ingin mengklarifikasi tentang pernyataan Eko Patrio di sebuah berita media online yang menyebut penangkapan terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu adalah pengalihan isu jelang sidang perdana kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Artinya, sambung Agus, undangan terhadap Eko yang dilayangkan pada Kamis 15 Desember 2016 tidak harus menunggu persetujuan dari Presiden Jokowi. "Artinya semua hal yang masih belum jelas ini. Makanya masih penyelidikan (bukan penyidikan)," terang Agus.

Eko Patrio sendiri membantah pernah diwawancarai oleh media online yang memuat pernyataan dan membuatnya berurusan dengan kepolisian tersebut.

Kemarin Eko Patrio sempat mengunggah foto capture artikel berita tersebut dalam aku. Dalam judul berita tersebut, Eko seolah menyebut jika teror bom yang dialamatkan ke Istana Negara adalah upaya pengalihan isu kasus Ahok. Namun di bagian keterangan foto, Eko langsung membantah dan merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut.

"Saya merasa tidak pernah di wawancarai oleh media (satelit news)," tulis Eko.

"Saya merasa dirugikan dgn pemberitaan ini," tulisnya. (lp6/wkrn)