City Portal of Pekanbaru


Ini Saran Pakar setelah Yahoo Akui Data 1 Miliar Pengguna Dibobol Hacker

yahoo.jpg
(ist)

YAHOO Inc yang berbasis di Sunnyvale, California, Amerika Serikat, mengakui ada serangan siber pada 2013 yang telah membobol data sekitar 1 miliar penggunanya. Ini adalah pembobolan data terbesar dalam sejarah.

September silam Yahoo sudah mengakui ada pembobolan data lainnya yang berdampak pada sekitar 500 juta akun Yahoo. Serangan itu disebut Yahoo dilancarkan oleh berbagai hacker.

Akibatnya Kamis (15/12) waktu AS harga saham Yahoo anjlok 4,7 persen pada 39,00 dolar AS.

Gedung Putih kemudian mengatakan FBI tengah menyelidiki pembobolan data Yahoo itu. Sementara beberapa gugatan hukum dilayangkan ke pengadilan atas nama pemilik saham Yahoo menyusul pembobolan data itu.

Pembobolan data terakhir itu mengundang kritik luas dari pakar keamanan siber, yang beberapa di antaranya menyarankan para pemilik akun Yahoo untuk menutup akun mereka.

"Yahoo dalam banyak hal telah mengabaikan keamanan sehingga saya harus merekomendasikan jika Anda memiliki akun email Yahoo yang aktif atau langsung ke Yahoo lewat mitra seperti AT&T. maka tutup saja," kata Stu Sjouwerman, kepala eksekutif keamanan siber perusahaan KnowBe4 Inc.

Pihak berwenang keamanan siber Jerman, Badan Keamanan Informasi (BSI), menyarankan para pengguna Yahoo di Jerman untuk mempertimbangkan pindah ke akun email alternatif yang aman. BSI juga mengkritik Yahoo karena tidak mengadopsi teknik enkripsi modern untuk melindungi data pribadi pengguna.

"Dengan mempertimbangkan terulangnya kasus pencurian data, para pengguna harus lebih awas lagi terhadap layanan mana yang mereka ingin gunakan pada masa mendatang dan keamanan mesti menjadi bagian dalam keputusan itu," kata Presiden BSI Arne Schoenbohm.

Kaji ulang

Kasus pembobolan data besar-besaran itu membuat Verizon Communications Inc berpikir untuk mengkaji ulang kesepakatan akuisisi Yahoo Inc senilai 4,8 miliar dolar AS.

Apalagi harga saham Yahoo Inc jatuh hampir lima persen setelah pembobolan data milik 1 miliar pengguna Yahoo itu diungkapkan ke publik, menyusul serangan peretasan besar-besaran September silam.

Verizon berusaha membujuk Yahoo untuk memperbarui syarat-syarat kesepakatan akuisisi yang dibuat Juli lalu untuk merefleksikan dampak ekonomi dari pembobolan data.

Perusahaan telekomunikasi ini mengancam akan mengajukan gugatan hukum jika kesepakatan akuisisi itu tidak diperbarui harganya, sembari merujuk dampak material akibat pembobolan data itu. Demikian dikatakan sumber-sumber yang menolak menyebutkan identitas dirinya.

Verizon masih mengharapkan kesepakatan ini jalan terus, namun menginginkan konsesi-konsesi besar akibat pembobolan data itu. Namun sumber-sumber yang menolak menyebutkan namanya itu tidak mengetahui konsesi-konsesi seperti apa yang dituntut Verizon.

Verizon sudah menyatakan Oktober silam bahwa mereka akan mengkaji kembali kesepakatan akuisisi menyusul pengungkapan pembobolan data besar-besaran itu.

Sehari sebelumnya Verizon menyatakan akan mengkaji kembali dampak perkembangan baru sebelum mencapai kesimpulan final mengenai apakah kesepakatan itu akan berlanjut atau tidak. (ant)