City Portal of Pekanbaru

Ucapan Duka Mengalir untuk Belasan Prajurit TNI AU yang Tewas di Papua

pesawat-hercules.jpg
(ist)

JATUHNYA pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara di Papua meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan laporan terakhir, 13 prajurit TNI AU tewas dalam musibah pada Minggu (18/12) pagi itu.

Ucapan turut berduka pun mengalir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan berbelasungkawa melalui akun Twitter-nya. Ia mengaku sangat berduka, dan berharap kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

"Kita kembali berduka atas jatuhnya pesawat TNI AU di Wamena. Akar masalah harus dapat diatasi, agar tidak terulang lagi-Jkw," cuitnya pada Minggu siang, sekitar pukul 12.30 WIB, seperti dikuti dari Antara.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga berduka. "Saya sampaikan duka mendalam kepada TNI kita, dan juga duka mendalam kepada para keluarga prajurit yang gugur. Semoga arwah dan amal mereka diterima Allah SWT dan yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan," kata Zulkifli di sela-sela kunjungannya ke Pidie Jaya, Aceh.

Zulkifli mengatakan, kejadian tersebut sangat tidak disangka-sangka dan harus menjadi pelajaran agar alat utama sistem pertahanan (alutsista) militer Indonesia dan Polri agar semakin diperhatikan supaya kejadian serupa tak terulang.

Ketua MPR juga menyinggung Polri, karena 3 Desember lalu pesawat Skytruck milik Polri jatuh di perairan Lingga, Kepri. Sebanyak 13 orang personil kepolisian tewas dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya menyatakan, bisa dipastikan 13 prajurit yang ada di dalam C-130HS Hercules nomor registrasi A-1334 ditemukan tewas.

Seluruh jenazah sudah ditemukan dan dibawa keluar dari lokasi kejadian, di pegunungan kawasan Wamena, Papua.

Pesawat C-130HS Hercules itu tergabung dalam Skuadron Udara 32 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Pada saat penerbangan terakhir pada Minggu pagi, para prajurit mengemban misi penerbangan angkut logistik, dengan beban yang dibawa ada pada bobot maksimalnya, yakni 12 ton.

Pesawat angkut militer eks hibah Angkatan Udara Australia itu dijadwalkan tiba di Wamena pada pukul 06.13 WIT setelah tinggal landas dari Timika, pada pukul 05.35 WIT.

Pada saat kecelakaan terjadi, pesawat diketahui hilang kontak setelah menghubungi menara komunikasi Wamena pada pukul 06.09 WIT.

Sebelumnya sempat dilaporkan korban tewas 12 orang. Belakangan ditemukan satu nama lagi, yakni Kapten Elektronika Roni, yang ikut menumpang di pesawat berbada lebar tersebut.

“Nama terakhir yang kami peroleh adalah Kapten Elektronika Roni, personel di Satuan Radar 242, Biak. Penyebab jatuhnya pesawat Hercules C-130HS itu masih diselidiki,” ujarnya kepada pers di Jakarta. (sfa)