City Portal of Pekanbaru

Baru Tiga Puskesmas di Riau yang Terakreditasi

puskesmas.jpg
(ist)

SAMPAI jelang pergantian tahun, baru tiga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang terakreditasi di Riau. Padahal, keseluruhan puskesmas di Riau mencapai 211.

"Yang sudah terakreditasi ada tiga puskesmas dan enam lagi sudah masuk dalam penilaian. Sebenarnya kita targetkan 29 tahun ini tapi kita gagal mencapai target karena beberapa persoalan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril di Pekanbaru, seperti dikutip dari Antara, Senin (19/12).

Andra menjelaskan, persoalan status akreditasi yang gagal dari capaian target pada 2016 disebabkan karena tidak siapnya sarana pelayanan masyarakat tersebut dalam penilaian. serta sumber daya manusia yang masih jauh dikatakan cukup dari standar yang ditetapkan.

"Target 29 tapi belum tercapai karena kita tidak siap dan tenaga kerja yang tidak cukup," kata Andra.

Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kabupaten dan kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Sehingga kehadirannya di kawasan perdesaan dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mendapat akses kesehatan dengan cepat.

Untuk itu, perlu dorongan peningkatan status di bidang kesehatan yang terkelola dengan baik. Pemprov Riau telah berjanji akan melakukan pemerataan kesehatan, khususnya dalam pembangunan dan perbaikan puskesmas sebagai pelayanan tingkat dasar kesehatan.

Berdasarkan data dari Dinkes Riau tercatat terdapat 211 puskesmas, 71 rumah sakit baik RS swasta maupun RS milik pemerintah. Sedangkan menurut klasifikasinya lima sudah masuk dalam kelas B, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad yang merupakan RS milik pemerintah.

Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk melakukan penguatan pelayanan kesehatan primer, dimulai dari puskesmas sebagai garda terdepan yang dapat menyentuh masyarakat terutama di kawasan perdesaan.

Melalui dana yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melakukan renovasi dan pembangunan puskesmas diharapkan menjadi alternatif memutus antrean panjang jika berobat ke rumah sakit.

"Masyarakat berbodong-bondong berobat ke RS, untuk mengatasi persoalan ini perlu ditingkatkan puskesmas sebagai wadah pelayanan kesehatan primer," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beberapa waktu lalu. (sfa)