City Portal of Pekanbaru

Empat dampak merokok di usia remaja

Ilustrasi-perokok-remaja.jpg

Remaja yang merokok memiliki status kesehatan yang buruk dibandingkan dengan remaja yang tidak merokok. Hal yang paling sering dialami oleh para perokok muda ini adalah sakit kepala dan sakit punggung yang sering sekali muncul.

Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang melibatkan 5000 perempuan muda yang diteliti selama 7 tahun. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa mereka yang menjadi perokok aktif sangat sering berkunjung ke rumah sakit dengan berbagai alasan kesehatan, salah satu yang paling sering adalah masalah pada tulang dan otot. Selain itu, diketahui juga bahwa remaja yang menjadi perokok aktif mengalami penurunan kemampuan merasakan rasa suatu makanan serta gangguan tidur.

Ini bahaya kesehatan bagi anak kecil dan remaja di bawah 18 tahun yang sudah merokok:

1. Paru-paru berhenti berkembang
Perkembangan paru-paru juga akan dipengaruhi jika melakukan kebiasaan merokok terlalu dini. Rokok menyebabkan gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan paru pada anak-anak dan remaja, hal ini mengakibatkan paru-paru berhenti untuk tumbuh. Gangguan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan yang kronis hingga ia beranjak dewasa.

Menghentikan kebiasaan merokok pada anak-anak dan remaja mungkin saja bisa membuat paru-paru kembali berkembang. Sebuah riset juga menyatakan bahwa jika anak merokok selama 20 hari, maka dampaknya pada paru seperti telah merokok selama 40 tahun, dan ia pun berisiko mengalami kanker paru.

2. Gejala penyakit jantung dan pembuluh darah yang terjadi lebih awal
Merokok pada usia yang muda dapat menyebabkan kerusakan sistem peredaran darah, yang kemudian akan bertambah parah saat ia tumbuh dewasa. Ketika ia memasuki usia dewasa, bukan tidak mungkin berbagai penyakit jantung langsung dapat dialaminya, seperti penyakit jantung koroner, aterosklerosis, gagal jantung, serangan jantung, serta stroke. Penyakit-penyakit ini adalah penyebab utama dari kematian muda yang cukup tinggi terjadi di dunia.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan pada perokok aktif yang berusia muda menunjukkan bahwa ternyata dari kelompok tersebut banyak yang mengalami kondisi hipertrigliseridemia, neutrophilia, dan hiperkromia.

3. Kerusakan gigi
Kebiasaan merokok adalah penyebab utama dari gangguan kesehatan gigi dan mulut. Hampir setengah dari infeksi yang terjadi di mulut terjadi pada perokok aktif dengan rentang usia di bawah 30 tahun. Sebuah riset juga membuktikan hal yang sama, yaitu perokok aktif yang berusia sangat muda mempunyai karies, plak, dan berbagai infeksi gusi dan mulut lebih banyak dibandingkan dengan anak seusianya yang tidak merokok.

4. Masalah pada otot dan tulang
Penelitian dalam lingkup yang cukup besar, dilakukan di Belgia dan melibatkan sebanyak 677 remaja. Dari penelitian ini diketahui bahwa remaja yang sering merokok memiliki kepadatan tulang yang rendah serta penurunan puncak pertumbuhan yang seharusnya terjadi pada usianya. Sama dengan penelitian sebelumnya, penelitian yang mengikutsertakan 1000 remaja laki-laki di Swedia menemukan bahwa kelompok yang merokok mengalami kerapuhan tulang pada bagian tulang belakang, leher, tengkorak, serta pada tangan dan kaki.