City Portal of Pekanbaru

Resmi, Jokowi Putuskan Ujian Nasional Tetap Lanjut

siswa-ujian-nasional.jpg
(ist)

USULAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk menghentikan sementara (moratorium) pelaksanaan Ujian Nasional pada 2017, yang sempat ramai jadi polemik, akhirnya kandas.

Presiden Joko Widodo sudah memutuskan Ujian Nasional (UN) tetap akan dijalankan dengan berbagai penyempurnaan dan perbaikan.

Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung setelah rapat terbatas dengan topik Lanjutan Pembahasan Evaluasi Pelaksanaan Ujian Nasional yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Senin (19/12).

"Presiden telah memutuskan hal yang berkaitan dengan Ujian Nasional. Ujian Nasional tetap diadakan, dijalankan dengan berbagai penyempurnaan perbaikan," kata Pramono.

Beberapa perbaikan di antaranya terkait perlunya peningkatan kompetensi guru yang telah disertifikasi dari waktu ke waktu.

Dengan kata lain, akan ada evaluasi terkait kinerja guru. "Sehingga dengan demikian harapannya Ujian Nasional ini bisa menjadi benchmarking untuk kemajuan para siswa kita di kemudian hari," tuturnya.

Penyempurnaan juga dilakukan dalam hal ujian sekolah yang nantinya akan ada kisi-kisi nasional.

"Selain UN, empat mata pelajaran yang sudah diputuskan (masuk) UN akan ada kisi-kisi nasional terhadapnya. Sehingga dengan demikian ada penyempurnaan terhadap hal itu," tambah Pramono Anung.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) masih dibutuhkan di negeri ini guna mendorong kemajuan bangsa. UN diperlukan sebagai standar kelulusan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Karena itu kita perbaiki, antara lain UN supaya ada standarnya negeri ini. Kalau masing-masing seenaknya saja, apa standarnya tamat SMA, apa standarnya tamat SMP," kata Kalla saat memberikan pengarahan pada program "Visiting World Class Professor" di gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, di Jakarta, Senin.

Penyelenggaraan UN tersebut juga sebagai salah satu upaya memperbaiki prestasi pendidikan, khususnya di tingkat perguruan tinggi. Kalla menilai universitas-universitas di Indonesia masih sulit masuk dalam jajaran universitas terbaik di dunia. Padahal, berbagai kesepakatan kerjasama dengan bermacam-macam universitas dari berbagai negara pun telah dilakukan.

Selain pendidikan, majunya suatu negara juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lainnya yakni tingginya semangat untuk maju, faktor kekayaan sumber daya alam, faktor sejarah suatu negara, dan juga faktor ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu negara. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat dinamis sangat mendorong kemajuan bangsa.

"Apabila kita tidak mengikuti teknologi kita akan ketinggalan atau kita hanya akan membeli teknologi. Maka itu kita akan mengikuti terus jejak orang, kita tidak pernah nomor satu," ucap Kalla, yang dikenal sejak awal pendukung penyelenggaraan Ujian Nasional. (ant/rpblk)