City Portal of Pekanbaru

Penyanyi cilik tunanetra dinobatkan sebagai wanita berpengaruh di Riau

penyanyi-cilik.jpg
(ist)

SEMBILAN perempuan berprestasi dinobatkan sebagai “Wanita Berpengaruh di Riau”, Selasa (20/12). Mereka itu berasal dari beragam profesi, seperti rektor, dokter spesialis, atlet, hingga penyanyi cilik yang seorang tunanetra.

Anugerah “Baiduri” itu diberikan oleh Perempuan Riau Bersatu Foundation (PRBF), yang tahun ini merupakan penganugerahan tahun ke-9.

"Penganugerahan Baiduri merupakan bentuk apresiasi terhadap perempuan-perempuan Riau berprestasi. Ini ini merupakan agenda tahunan dari PRBF," ujar Ketua Dewan Pembina PRBF Septina Primawati saat penyerahan anugerah di Pekanbaru, Selasa.

Septina, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Riau, menyebut kesembilan wanita penerima anugerah “Baiduri, memiliki pengaruh besar di bindang masing-masing, yang berhubungan dengan orang banyak.

Dia melanjutkan, penghargaan ini diberikan kepada para perempuan yang berkarya menggali potensi, berprestasi dan berdedikasi, serta merupakan yang pertama di bidangnya.

Berikut sembilan wanita berpengaruh di Riau yang menerima anugerah “Baiduri” tahun 2016:

1. Hasnati
Ia adalah perempuan rektor pertama di Provinsi Riau. Memimpin Universitas Lancang Kuning (Unilak) sejak 2015 hingga 2019. Hasnati dinilai berpengaruh dalam dunia pendidikan Riau.

2. Kasmarni
Ia dinilai sebagai sosok inspiratif sebagai penggerak masyarakat di daerah terpencil di Bengkalis. Istri Bupati Bengkalis itu juga merupakan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bengkalis.

3. Ariani Nisma Putri
Penyanyi cilik pertama asal Riau yang berprestasi di bidang seni tingkat nasional. Bocah bersuara emas ini mengharumkan nama Riau dengan menyabet gelar juara Indonesia’s Got Talent (IGT) 2014 yang digelar salah satu stasiun televisi nasional.
Di final kala itu, ia menuai banyak pujian dengan membawakan lagu My Heart Will Go On milik Celine Dion.
Sebagai juara, Putri diganjar hadiah uang tunai Rp 500 juta. Ketika itu usianya baru 8 tahun.
Lebih dari itu, sukses Putri menginspirasi banyak orang karena ia merupakan penyandang tunanetra sejak kecil.
Dalam sebuah penampilannya di Indonesia’s Got Talent, Putri ditanya host tentang motivasinya ikut ajang pencarian bakat tersebut. Jawaban Putri membuat banyak orang terhenyak dan tak sedikit yang meneteskan air mata.
"Ingin dilihat banyak orang," kata Putri.
Putri tak bisa melihat dunia. Namun ia ingin dunia melihatnya.


4. Evy Ratnawati Syamsir
Jurnalis perempuan pertama dari Riau. Wanita yang satu ini memiliki pengalaman 23 tahun di dunia jurnalistik. Evy juga menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama menjabat Kepala Biro LKBN Antara di Riau.

5. Aswarni Adam
Berdedikasi di bidang pendidikan, pengembangan dan pemberdayaan perempuan di Riau. Aswarni dinilai sebagai sosok wanita yang punya sumbangan besar bagi dunia pendidikan di daerahnya.

6. Azzahra Permatahani
Masih sangat belia, 14 tahun, Azzahra menggebrak PON XIX Jawa Barat, Agustus 2016, lalu dengan merebut tiga medali emas. Ia mencatatkan diri sebagai atlet Riau termuda yang sukses meraih medali emas di cabang renang PON.
Kesuksesan Azzahra diganjar Pemprov Riau dengan memberinya bonus dengan nilai total Rp 750 juta.

7. Rossalyn Sandra Andrisa
Perempuan dokter pertama di bidang spesialis kanker/tumor mata di Indonesia,.

8. Elvanelin
Berkarya dalam pemanfaatan limbah rumah tangga. Ia dipilih sebagai peraih penghargaan, karena dinilai berprestasi dalam wirausaha.

9. Tengku Badiah
Sosok perempuan yang berpengaruh pada masa awal perkembangan Riau.

Para penerima anugerah Baiduri tersebut mendapatkan bingkisan berupa trofi, piagam perhargaan dan sejumlah uang tunai. Pada kesempatan yang sama PRBF juga memberikan bantuan kepada tiga orang perempuan tulang punggung keluarga sebesar Rp1 juta per orang. (ant/sfa)