City Portal of Pekanbaru


Jumlah dokter spesialis belum ideal, menumpuk pula di ibu kota provinsi

dokter.jpg
(ist)

KETERSEDIAAN dokter spesialis di Riau belum ideal, karena baru berjumlah tujuh orang per 100.000 penduduk. Ironisnya lagi, kebanyakan dokter spesialis 'menumpuk' di ibu kota provinsi, Pekanbaru.

Hal itu diuangkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril. "Jumlah perbandingan dokter spesialis di Riau baru 7 per 100 ribu penduduk. Padahal yang ideal itu 12 dokter spesialis untuk 100 ribu penduduk," papar Andra Sjafril di Pekanbaru, Senin (19/12).

Andra mengatakan, pemenuhan tenaga medis khususnya SDM dokter tertumpuk di daerah tertentu. Terutama Kota Pekanbaru, dengan rasio 14 untuk 100 ribu penduduk. Sementara di kebanyakan kabupaten belum terpenuhi.

Andra mengatakan Pemprov Riau terus fokus untuk melakukan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota. Khususnya wilayah perdesaan agar mendapat akses pelayanan kesehatan secara cepat.

Saat ini, berdasarkan data dari Dinkes Riau, tercatat terdapat 211 Puskesmas, 71 Rumah Sakit baik RS swasta maupun RS milik pemerintah. Sedangkan menurut klasifikasinya lima sudah masuk dalam kelas B termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit milik pemerintah.

Kekurangan dokter spesialis juga disiasati dengan mendorong peningkatan status di bidang kesehatan yang terkelola dengan baik.

Pemprov Riau telah berjanji akan melakukan pemerataan kesehatan, khususnya dalam pembangunan dan perbaikan Pukesmas sebagai pelayanan tingkat dasar kesehatan.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berkomitmen untuk melakukan penguatan pelayanan kesehatan primer di mulai dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), sebagai garda terdepan yang dapat menyentuh masyarakat terutama di kawasan perdesaan.

Melalui dana yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melakukan renovasi dan pembangunan Puskesmas, gubernur berharap itu bisa memutus antrean panjang warga jika berobat ke rumah sakit.

"Masyarakat berbodong-bondong berobat ke RS, mengatasi persoalan ini maka perlu ditingkatkan Pukesmas sebagai wadah pelayanan kesehatan primer," ujarnya beberapa waktu lalu. (ant)