City Portal of Pekanbaru


Massa dua kubu berdatangan, ribuan polisi dikerahkan jaga sidang kedua Ahok

sidang.jpg
(ist)

PAGI-pagi massa mulai memadati area gedung pengadilan jelang persidangan kedua terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Jl Gajah Mada nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Massa terdiri berasal dari dua kubu besar yang berseberangan.

Di sisi kanan pintu gerbang terdapat kelompok massa yang memberikan dukungan kepada Ahok. Di antaranya membawa bendera Barisan Relawan Basuki-Djarot (Bara Badja).

Di sisi kiri pintu gerbang terdapat kelompok massa yang membawa berbagai atribut organisasi massa Islam, seperti Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).

Massa yang datang dari beberapa organisasi ini mulai berkumpul sejak pukul 06.45 WIB. Mereka menggunakan mobil pikap lengkap dengan pengeras suara yang memutar lagu Indonesia Raya dan mars bela Islam.

"Kalau bisa masuk semua, kita masuk semua," teriak beberapa orang sambil meneriakkan takbir di luar gedung yang dijadikan Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebagai tempat persidangan Ahok.

Ribuan polisi lengkap dengan tim Sabhara dan mobil barracuda telah bersiaga di sekitar gedung pengadilan sejak pagi hari.

Di luar gerbang pengadilan, ratusan personil kepolisian berjaga, menjadi penengah dan pemisah dari kedua kelompok massa.

Polisi juga mensterilisasi gedung pengadilan, sehingga pengunjung sidang dan kebanyakan media tidak boleh masuk. Hanya orang berkepentingan dan media tertentu, seperti CNN TV dan MNC TV, yang berhak memasuki ruang sidang yang berkapasitas sekitar 85 orang itu.

"Saya tidak berwenang memberikan (izin) masuk kepada siapa pun. Kita sudah serahkan ke pihak kepolisian. Nanti ya," kata Humas PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi.

Sidang kedua Ahok pagi ini rencananya akan digelar mulai pukul 09.30 WIB, dengan agenda mendengarkan jawaban jaksa penuntut umum atas eksepsi yang langsung disampaikan Ahok pada sidang perdananya pekan lalu.

Di sidang perdana jaksa mendakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu dengan dakwaan alternatif Pasal 156a KUHP atau Pasal 156 KUHP tentang Penodaan Agama. (ant)