City Portal of Pekanbaru

Asing masih dominasi realisasi investasi di Riau

investasi.jpg
(ist)

REALISASI investasi di Riau sejauh ini sudah mencapai Rp16,16 triliun. Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau Ismaili Fauzi optmistis hingga akhir tahun nanti masih akan bertambah.

Dia merinci, realisasi investasi itu sebesar Rp5,92 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri. Sedangkan Rp10,24 triliun penanaman modal asing.

"Kita telah mencapai 88 persen dari target BKPM yakni sebesar Rp18,5 triliun. Sebesar Rp2 triliun lagi akan terus digesa hingga akhir tahun," ujar Ismaili Fauzi di Pekanbaru, Selasa (20/12).

Ismaili mengatakan, kendala investasi di Riau pada tahun ini masih terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang tidak kunjung disahkan. Ini sudah berlangsung sejak 2013 silam.

Menurut dia, pencapaian investasi di Riau dari Januari hingga September 2016 juga telah melampui target RPJMD Riau, yakni sebesar Rp12,7 triliun. Sehingga, Riau tercatat berada pada peringkat sembilan nasional untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan dan peringkat 10 nasional untuk penanaman modal asing (PMA).

“Secara nasional Provinsi Jawa Timur masih merajai capaian investasi tertinggi kategori PMDN. Untuk PMA yang berada di puncak yakni Provinsi Jawa Barat. Sedangkan di Sumatera kita posisi kedua setelah Sumatera Selatan," ungkapnya.

Bidang usaha yang yang paling diminati investor masih didominasi oleh industri pengolahan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), industri minyak kasar dari nabati, industri bubur kertas, tanaman pangan dan perkebunan, real estate, properti dan perhotelan.

Sampai triwulan III 2016, investor paling banyak menanamkan uangnya di Kota Dumai, yakni sebesar Rp2, 63 triliun. Kemudian disusul Kabupaten Siak sebesar Rp1, 07 triliun, Pelalawan Rp907 miliar, Kota Pekanbaru Rp388 miliar dan Indragiri Hulu Rp377 miliar.

Ismaili mengklaim, saat ini sudah ada antrean panjang investasi yang hendak masuk ke Riau. “Terutama dengan masuknya di Kota Dumai sebagai kawasan industri,” kata dia. (ant/sfa)