City Portal of Pekanbaru

Terduga teroris yang ditangkap di Payakumbuh sudah lama tak pulang

penangkapan-di-payakumbuh.jpg
(harianhaluan.com)

SELAIN melakukan penggerebekan di Tangerang Selatan, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri juga menangkap seorang terduga teroris berinisial HT alias JT di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Rabu (21/12) pagi, sekitar pukul 09.45 WIB.

"Dia terlibat jaringan teroris Solo. Kawan-kawannya sudah ditangkap November 2015," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto.

Dia menuturkan, tersangka H ditangkap di bengkel mobil di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Balai Nan Duo, Koto Nan Ampek, tempat ia bekerja sehari-hari.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan buku, paket, ransel, GPS, telepon, dan buku rekening.

Selain itu, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka di Kelurahan Sungai Pinago, Tanjuang Gadang, Payakumbuh Barat, sekitar 500 meter dari tempat ia bekerja.

Setelah ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Padang oleh Tim Densus 88 bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat.

HT alias JT diduga membeli bahan-bahan yang diperlukan oleh seorang tersangka teroris bernama Abi Zaid untuk membuat bahan peledak dan bom. Menggunakan dana yang salah satunya bersumber dari Abi Zaid.

Penangkapan tersangka teroris itu sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan karena bengkel berada di pinggir jalan utama Kota Payakumbuh. Warga sekitar ramai-ramai menyaksikan petugas menangkap serta menggeledah bengkel dan rumah kontarakan tersangka.

Tersangka HT diketahui lahir di Payakumbuh pada 28 Februari 1977. Ia memang sempat merantau dan lama tak pulang.

Dikatakan, HT sudah lama diburu aparat, yakni sejak Oktober lalu. Saat itu, empat temannya berhasil ditangkap. HT sendiri berhasil kabur dan mencoba menghilangkan jejak, dengan berpindah tempat.

HT dikabarkan sebagai penggalang dana oleh kelompok Abi Zaid. “HT juga mengetahui dan bersama-sama dengan AZ (Abi Zaid) melakukan percobaan pembuatan bahan peledak dan bom,” ungkap sumber di kepolisian.

Di hari sama, Rabu, Tim Densus 88 juga menggerebek kontrakan terduga teroris di Tangerang Selatan, Banten. Tiga orang tewas dalam baku tembak setelah sempat melemparkan bom. Sedangkan seorang lainnya berhasil diamankan lebih dulu. (ant/hal/sfa)