City Portal of Pekanbaru

Waspada penipuan bursa berjangka, ini saran untuk anda

investasi-bodong.jpg
(ist)

BERBAGAI jenis investasi bursa berjangka yang kini marak ditawarkan secara online perlu diwaspadai, mengingat banyak di antaranya yang tidak berizin.

"Di Pekanbaru banyak yang menjalankan bisnis berjangka tidak mengantongi izin," kata Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus, di Pekanbaru, Selasa (20/12).

Stephanus mengemukakan, di Pekanbaru investasi bursa berjangka dalam jaringan (daring) banyak bermunculan. Mereka menawarkan iming-iming keuntungan menggiurkan untuk menarik nasabah. Hal ini sering membuat masyarakat tergiur dan lupa memastikan legalitas usaha berjangka tersebut.

"Di Pekanbaru ada pernah kami gerebek usaha ilegal tersebut," kata dia, tanpa merinci nama perusahaan ilegal itu.

Karena itu, ia menyarankan bagi masyarakat Pekanbaru yang hendak berivestasi harus benar-benar teliti dan waspada. Terutama dengan memastikan izin perusahaan yang akan ditanami modal.

Saran dia, cara mudah untuk memastikan suatu usaha investasi bursa berjangka legal atau ilegal dengan melihat perusahaan tersebut mencantumkan tulisan berjangka atau futures.

Menurut dia, saat ini ada ratusan usaha bursa berjangka yang ditawarkan ke masyarakat. Namun tidak semuanya legal atau memiliki izin.

"Khususnya yang perdagangannya lewat daring (online), itu banyak," ucapnya.

Masyarakat diingatkan harus hati-hati, terutama yang perdagangannya lewat daring dan tidak jelas kantornya. Karena jika ada masalah, tidak tahu harus protes kemana.

"Kan sayang rugi. Makanya lihat keanggotaan bursanya yang resmi, mendapat persetujuan dari pemerintah," terang dia lagi.

"Harus hati-hati jangan mudah tergiur dengan keuntungan besar atau kemudahan lain-lain," imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Masi Irba Sulaiman mengatakan, pihaknya sejauh ini tidak mendapat laporan data pasti berapa jumlah perusahaan bursa berjangka yang beroperasi di Kota Bertuah.

Menurut dia, itu karena Pekanbaru, dan juga Riau umumnya, belum memiliki perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). “Selama ini Disperindag tidak dikirimin data oleh Bappebti, tentang jumlah dan siapa saja perusahaan komoditi berjangka di Pekanbaru," kata Masirba.
Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada masalah dan laporan keluhan warga korban investasi bodong. (ant/sfa)