City Portal of Pekanbaru


Calon wali kota paling tajir tak dapat sumbangan serupiah pun

nomor-urut.jpg
(ist)

SUMBANGAN dana kampanye Pilkada Pekanbaru 2017 paling banyak diraih pasangan petahana, Firdaus-Ayat Cahyadi, yakni Rp 312 juta. Yang menarik, pasangan independen Herman Nazar-Defi Warman tak menerima satu rupiah pun.

Laporan sumbangan dana kampanye (LSDK) lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota itu diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Rabu (21/12).

"Pasangan nomor urut 1 Syahril-Said Zohrin melaporkan sumbangan dana kampanye Rp 139,17 juta," ujar Komisioner KPU Pekanbaru Divisi Hukum, Arwin S Aidi.

Angka tersebut berasal dari sumbangan Syahril sendiri Rp28 juta, sumbangan perorangan atas nama Aliasyar Jambah Rp 41,17 juta, Said Ramli Rp 62 juta, dan Septy Rilistina Rp 8 juta.

"Pasangan nomor urut 2 Herman Nazar-Defi Warman melaporkan tidak ada sumbangan dana kampanye," tambahnya.

Kemudian pasangan calon nomor urut 3 yang merupakan petahana, Firdaus-Ayat Cahyadi, melaporkan sumbangan dana kampanye sebesar Rp312 juta.

Sumbangan itu berasal dari lima orang yakni Muhammad Ihsan Rp 75 juta, Indra Saputra Rp 62 juta, Khairul Huda Rp 75 juta, Roni Wijaya Amri Rp 50 juta, dan Muhammad Apis Rp 50 juta.

Selanjutnya pasangan calon nomor urut 4, Ramli Walid-Irvan Herman, melaporkan sumbangan dana kampanye hanya sebesar Rp 150 juta. Itu berasal dari badan hukum perusahaan, CV Safta Ekatama Konsultan.

Terakhir pasangan calon nomor urut 5, Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah, melaporkan sumbangan dana kampanye Rp 50 juta. Semuanya berasal dari mereka sendiri. Yakni Rp 40 juta dari Dastrayani Bibra dan dari Said Usman Rp10 juta.

Sesuai aturan, sumbangan perorangan maksimal Rp75 juta dan dari badan usaha Rp 750 juta. Jumlah keseluruhan sumbangan dana kampanye yang akan diterima tidak ada dibatasi. Namun ada batas maksimal pengeluaran kampanye, yaitu Rp 8 miliar.

"Kalau banyak-banyak menerima nanti akan mubazir juga karena pengeluarannya dibatasi Rp8 miliar," ujarnya.

Paling tajir

Meski tak menerima serupiah pun sumbangan dana kampanye, bagi Herman Nazar itu mungkin tak bikin risau.
Pasalnya, saat penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017 untuk Pekanbaru, Herman Nazar tercatat paling tajir. Ia memiliki kekayaan Rp 38 miliar.

Bandingkan dengan calon petahana, Firdaus, yang melaporkan kekayaan Rp7,2 miliar. (ant/sfa)