City Portal of Pekanbaru


40 hektare lahan kebun terbakar, petinggi perusahaan sawit tersangka

kebakaran-lahan.jpg
(ist)

SEORANG petinggi perusahaan perkebunan sawit, PT Sontang Sawit Permai, resmi ditetapkan penyidik kepolisian sebagai tersangka perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rokan Hulu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Rivai Sinambela mengatakan,petinggi perusahaan tersebut berinisial Er yang menjabat sebagai manajer operasional.

"Manajer operasional, Er. Secara organisasi dia yang paling bertanggung jawab," kata Rivai di Pekanbaru, Kamis (22/12).

Dia menjelaskan, saat ini penyidik sedang berupaya melengkapi berkas tersangka untuk kemudian dilakukan tahap I atau pelimpahan berkas ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Untuk penyerahan berkas tahap I, Rivai berharap akan dilakukan secepatnya dalam minggu ini. Ia tidak ingin tahap I dilakukan pada Januari mendatang.

PT Sontang Sawit Permai (SSP) secara korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan September 2016 lalu. Selain PT SSP, pada waktu yang bersamaan Polda Riau turut menetapkan PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI) sebagai tersangka.

Kala itu untuk PT WSSI, Polda Riau langsung menetapkan Direktur Utamanya berinisial OA sebagai tersangka.

PT WSSI merupakan perusahaan perkebunan sawit yang berada di Kabupaten Siak. Luas lahan yang terbakar di perusahaan itu mencapai 80 hektare.

Sementara PT SSP yang juga bergerak di perkebunan sawit berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu. Luas lahan yang terbakar di perusahaan itu mencapai 40 hektare.

"Total luas lahan yang terbakar di kedua perusahaan itu mencapai 120 hektare," kata Rivai pada September 2016 lalu saat penetapan kedua perusahaan itu sebagai tersangka. (ant/sfa)