City Portal of Pekanbaru


Siapkan setengah kg sabu untuk tahun baru, pasutri terancam hukuman mati

barang-bukti-sabu.jpg
(ist)

SETENGAH kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang disita dari pasangan suami-istri di Rupat, Bengkalis, ternyata untuk 'persiapan' menyambut perayaan datangnya tahun baru. Mereka pun terancam hukuman mati.

Pasangan suami-istri yang diduga bandar narkoba jaringan internasional itu diringkus di rumah mereka di Desa Hutan Panjang Kecamatan Rupat, Bengkalis, Rabu (21/12) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari pengakuan sang suami, berinisial CC (45), barang haram itu didatangkan dari negara jiran, Malaysia.

"Dari penangkapan keduanya, petugas berhasil mengamankan 50 paket narkoba jenis sabu, uang tunai Rp11,9 juta dan 650 ringgit Malaysia diduga hasil transaksi sabu, plastik pembungkus, kotak tusuk gigi, gendang alat sembahyang dan tiga unit hp," kata Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono dalam ekspose penangkapan di Mapolres Bengkalis, Kamis (22/12).

Sebanyak 50 paket sabu tersebut disembunyikan di dalam gendang untuk sembahyang. Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat setengah kilogram itu tergolong besar, dengan nilai ratusan juta rupiah.

Tersangka CC mengaku membeli barang haram itu dari penjual asal Malaysia yang berdomisili di Bengkalis, menggunakan uang ringgit. Harganya 13 ribu ringgit Malaysia.

Dia mengaku melakukan transaksi dengan warga asal Malaysia tersebut dua kali di Pulau Babi, Kecamatan Rupat Utara.

"Kita menduga sabu yang mencapai puluhan paket yang beratnya setengah kilogram berasal dari Malaysia itu akan diedarkan di tahun baru nanti," kata Kapolres.

Pasangan suami istri (pasutri) yang kompak jadi bandar narkoba itu dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. "Dengan ancaman maksimal hukuman mati," kata Kapolres.

Saat ini aparat Polres Bengkalis masih memburu bandar besar asal Malaysia yang memasok narkotika untuk pasutri tersebut. (ant/sfa)