City Portal of Pekanbaru


Pakar pendidikan sebut sekolah berasrama bisa redam kriminalitas anak

boarding-school.jpg
(ist)

SISTEM sekolah dengan asrama (Boarding School) dinilai dapat meredam tingkat kriminalitas bagi anak pada usia labil dalam sistem pendidikan di Indonesia.

"Permasalahannya adalah banyak pelaku kriminalitas pada usia anak sekolah. Ini merupakan satu fenomena yang mesti dilihat secara sistemik," ujar pengamat pendidikan Prof Arismunandar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12).

Menurut dia, bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara telah memberikan beberapa contoh yang baik dalam menjalankan sistem pendidikan, dengan merekomendasikan sistem pendidikan pemondokan atau diasramakan bagi peserta didik.

Pada sistem asrama ini, para peserta didik termasuk guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu. Biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan. Sistem ini diharapkan dapat meredam kenakalan remaja.

"Mungkin itu salah satu solusi ke depan apabila memperbaiki sistem pendidikan kita, karena mereka tidak akan terpengaruh dari luar. Sebab sudah tersistem dan anak kita akan menjadi sopan serta berkarakter," papar mantan Rektor Universitas Negeri Makassar ini.

Sementara tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Sulsel Abdul Gofor mengungkapkan, karakter anak merupakan duplikasi dari lingkungan.
"Bila lingkungan itu tidak steril dan tingkat kriminalitasnya tinggi dan banyak bandar narkotika dan obat maka tentu mereka akan terjerumus. Karena mengikuti apa dilakukan orang-orang di sekitarnya," jelas dia.

Untuk sistem pendidikan asrama atau pemondokan yang benar, lanjut Gofur, memang sudah seharusnya itu diadopsi. Agar generasi anak-anak di masa mendatang akan lebih baik dari sebelumnya.

Selain itu, anak korban dari sistem pendidikan yang belum dilaksanakan secara optimal dalam pemberian pendidikan baik di sekolah maupun dilingkungan keluarga akan menjadi rentan terkontaminasi dilingkungan yang sudah rusak.

"Parahnya, anak-anak sekarang sudah mengisap lem dengan berbahan kimia sangat berbahaya. Perhatian keluarga adalah benteng utama bagi anak agar tidak terjebak dalam pergaulan bisa merusak dirinya dan orang lain," tambahnya. (ant/sfa)