City Portal of Pekanbaru


Pedagang terompet bermunculan, paling mahal terompet sepeda motor

terompet-tahun-baru.jpg
(ist)

SEMINGGU lagi malam pergantian tahun menyambut 2017. Para penjual terompet, dengan ragam bentuk dan warna yang menarik, sudah mulai bermunculan di Kota Pekanbaru.

Di balik bisnis terompet tersebut, ada sosok Bagus. Ia salah seorang produsen terompet di Pekanbaru, yang sudah memproduksi aksesori penting malam pergantian tahun itu selama 18 ahun terakhir.

"Biasanya saya berjualan kelapa muda, tapi setahun sekali selama 18 tahun, saya berjualan terompet di sini," kata Bagus saat ditemui di rumahnya, yang juga merupakan tempat produksi di Jalan Arifin Achmad, seperti dikutip dari antarariau, Sabtu (24/12).

Ia memproduksi berbagai macam bentuk terompet dari yang model biasa, berbentuk sepeda motor, naga, karakter kartun anak-anak hingga yang berukuran setinggi dua meter.

Bagus memperlihatkan cara membuat terompet. Dengan cekatan kedua tangannya menggunting lembaran karton, melipat, dan memberi lem. Lalu jadilah terompet berbentuk naga.

Bahan-bahan terompet tersebut didatangkan dari Jawa. Sedangkan untuk kertas hias bisa diperoleh di Pekanbaru. Untuk persiapan menyambut Tahun Baru 2017, ia memulai pengerjaan ribuan terompet sejak bulan Juli lalu.

"Untuk saat ini sudah siap sekitar sepuluh ribu terompet yang bisa dijemput oleh pemesan. Kami masih produksi juga untuk jaga-jaga permintaan tambahan mendadak," kata Bagus.

Harga terendah untuk terompet berbentuk kerucut mini, yang dijual seharga Rp 5.000. Sedangkan yang tertinggi terompet berbentuk sepeda motor, seharga Rp 40.000.

Bisnis terompet cukup menggiurkan. Tahun lalu Bagus bahkan meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

Namun lesunya perekonomian sepanjang 2016 ikut berimbas bagi bisnis Bagus.

"Tahun baru ini, pemesanan dari luar daerah sedikit lambat, karena baru dipesan pada tanggal 10 Desember. Tahun sebelumnya pemesanan sudah dilakukan satu bulan sebelum malam tahun baru," kata dia.

Bagus juga menerima pesanan dari Bengkalis hingga Aceh. Sedangkan untuk di wilayah Pekanbaru ia mendapat pesanan pula dari kafe dan hotel-hotel berbintang. (sfa)