City Portal of Pekanbaru

Lagi bokek, pemerintah ibu kota provinsi memohon PLN tak padamkan lampu jalan

pekanbaru-di-malam-hari.jpg
(ist)

IBU kota Provinsi Riau, Pekanbaru, bakal gelap-gelapan di malam hari. Lampu jalan di seluruh penjuru kota akan dipadamkan Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena kesal tunggakan sebesar Rp 19,8 miliar tak kunjug dibayar.

Terakhir janjinya akan dibayar 20 Desember lalu, tapi tak terbukti.

"Pemko Pekanbaru sudah beberapa kali berjanji akan melunasi tunggakan. Terakhir janjinya akan dibayar 20 Desember ini. Namun, sampai sekarang tidak ada kejelasan," kata Manajer SDM, Komunikasi dan Umum PLN Wilayah Riau-Kepri, Dwi Suryo Abdullah, kepada pers di Pekanbaru, Jumat (23/12), seperti dikutip dari antariau.

Saking kesalnya, PLN seakan tidak peduli sebentar lagi perayaan Natal. Bakal membawa masalah baru. Dwi Suryo mengatakan, hal itu tidak ada kaitannya, karena PLN tidak ingin membedakan pelanggan yang menunggak.

Apabila pelanggan rumah tangga yang menunggak rekening diputuskan listriknya, PLN juga akan melakukan hal sama untuk Pemerintah Kota Pekanbaru yang sudah tiga bulan menunggak pembayaran penerangan jalan umum (PJU).

"Ini bukan bicara momen, yang jelas sudah melewati tanggal 20 (Desember), seperti yang sudah dijanjikan pemerintah kota. Nggak ada momen-momenan," tegasnya.

Tunggakan pembayaran penerangan jalan umum sebesar Rp19,8 miliar itu terhitung selama tiga bulan. Sejak Oktober hingga Desember. Rincian tunggakan itu, bulan Oktober Rp6,52 miliar, November Rp6,61 miliar, dan bulan Desember Rp6,71 miliar.

PLN sudah menyurati instansi terkait di Pemko Pekanbaru untuk melunasinya dengan batas akhir hingga 20 Desember, agar terhindar dari pemutusan aliran listrik.

Untuk diketahui, selama ini pembayaran penerangan jalan umum yang dilakukan masyarakat melalui tagihan listrik bulanan memang dikumpulkan lebih dulu oleh Pemko Pekanbaru. Kemudian baru disetorkan lagi ke PLN.

Dwi Suryo memberi solusi kalau pemerintah kota tak punya uang, yakni segera berutang ke bank. “Pinjam aja dulu di Bank Riau-Kepri buat bayar tunggakan, biar lampu jalan tetap nyala," kata dia.

Dia memberi tenggat tunggakan harus dibayar paling lambat 31 Desember 2016. Jika tidak juga, aliran listrik lampu jalan di seluruh penjuru kota akan diputus.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger mengakui kesalahan ada di pihaknya. Meski begitu, ia meminta PLN untuk memahami kesulitan pemerintah kota yang saat ini mengalami defisit keuangan.

"Saya baru di sini sebagai pelaksana tugas wali kota. Saya sudah berusaha mendorong agar PJU itu untuk segera dibayarkan, tapi apa yang mau dipakai kalau duitnya tidak ada. Kas daerah defisit," kata Edwar.

Dia menambahkan, pihaknya sudah berulang kali meminta PLN untuk memahami kondisi keuangan pemerintah kota. Bukan tidak mau melunasi tunggakan itu. Karena itu, Edwar meminta PLN untuk mempertimbangkan dengan seksama sebelum memutus aliran istrik penerangan jalan umum, apalagi ini menjelang Natal dan tahun baru.

"Nanti yang rugi justru masyarakat," ucapnya. (sfa)