City Portal of Pekanbaru


Wali kota sebut PLN tak perlu main ancam padamkan lampu jalan

plt-wali-kota.jpg
(ist)

PELAKSANA Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger menyayangkan PLN sampai mengancam akan memutuskan aliran listrik penerangan jalan umum, yang bakal membuat ibu kota provinsi itu gelap-gelapan di malam hari.

Dia meminta waktu lagi untuk bisa melunasi tunggakan tiga bulan sebesar Rp 19,8 miliar untuk lampu-lampu jalan tersebut.

"Kita memang sudah mengetahui masih ada tunggakan listrik. Tapi yah jangan main ancam mengancam," kata Edwar Sanger, Jumat (23/12).

Edwar mengemukakan, sebenarnya Pemko telah beritikat baik mengangsur utang ke PLN. Ia merinci, tunggakan penerangan jalan umum selama tiga bulan adalah sekitar Rp20 miliar dan sudah dicicil Rp 1 miliar. Sehingga tersisa sekitar Rp 19 miliar.

"Memang kondisi kuangan kita yang sulit, tapi kan sudah diangsur. Saatnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya, tanpa harus mengancam mencabut listrik lampu jalan," tegasnya.

Edwar sekali lagi mengatakan, ia menyesalkan adanya pernyataan PLN di media massa yang mengancam akan melakukan pemutusan dan pencabutan aliran listri ke lampu jalan kota.

"Pastilah kita akan menyelesaikannya, ini kan untuk masyarakat," ujar Edwar Sanger lagi.

Edwar Sanger mengatakan masyarakat banyak sangat membutuhkan penerangan jalan. Ia berjanji akan terus berusaha mencari solusi untuk mempercepat pembayaran sisa utang tersebut.

Dijumpai di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer mengakui kas kota lagi kosong. "Untuk bayar listrik kita saja ( di kantor wali kota) tak cukup dana. Kami akan minta PLN tangguhkan pembayaran tahun depan," kata M Noer.

Kedua petinggi kota itu dibuat sibuk mengeluarkan pernyataan, setelah Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Riau - Kepulauan Riau Dwi Suryo Abdillah mengatakan akan memadamkan lampu-lampu jalan dalam beberapa hari ke depan. Tenggat waktu pembayaran tunggakan maksimal 31 Desember nanti.

"Pemerintah kota sudah berulang kali janji akan bayar tunggakan. Terakhir janji 20 Desember 2016, tapi nggak juga," kata dia.

"PLN telah memberikan kelonggaran. Tapi sesuai¿ peraturan Perusahaan Listrik Negara yang mewajibkan pelanggan untuk membayar listrik sebelum tanggal 20, apabila bagi pelanggan belum membayar hingga memasuki hari ke-60 maka dilakukan pemutusan listrik sementara," terang dia. (sfa/ant)